
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Pemerintah Provinsi Lampung mulai tancap gas memperbaiki infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung meninjau tiga ruas prioritas yang kini mulai dikerjakan dalam program preservasi jalan tahun anggaran 2026.
Tiga ruas yang ditinjau yakni Kasui dan Air Ringkih (batas Sumatera Selatan), Sp. Soponyono–Serupa Indah, dan Tegal Mukti–Tajab. Ketiganya menjadi bagian dari tujuh paket pekerjaan yang dibiayai dengan total anggaran mencapai Rp172,2 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah, mengungkapkan, dari total 261,199 kilometer jalan provinsi di Way Kanan, baru 54,79 persen dalam kondisi mantap pada 2025. Sisanya masih mengalami kerusakan dan ditangani secara bertahap.
“Tahun ini kita fokus pada tujuh paket pekerjaan dengan total penanganan 20,20 kilometer. Tiga paket sudah berjalan, empat lainnya masih proses lelang,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Salah satu ruas krusial yang diperbaiki adalah Kasui, dan Air Ringkih, jalur vital penghubung Lampung dengan Sumatera Selatan. Jalan ini sebelumnya hanya memiliki tingkat kemantapan 45,03 persen.
Kini, melalui pembangunan rigid pavement sepanjang 5,64 kilometer senilai Rp53,3 miliar, kondisi jalan ditargetkan meningkat menjadi 64,64 persen. Jalur ini diketahui dilintasi sekitar 2.500 kendaraan per hari, mayoritas angkutan hasil bumi.
Selain itu, ruas Sp. Soponyono–Serupa Indah juga ditingkatkan dengan flexible pavement sepanjang 1 kilometer senilai Rp7,6 miliar. Kemantapan jalan ditargetkan naik dari 73,29 persen menjadi 82,50 persen.
Sementara itu, ruas Tegal Mukti–Tajab mendapat penanganan terbesar. Sepanjang 8,93 kilometer jalan diperbaiki dengan nilai kontrak Rp67,01 miliar, dengan target kemantapan mencapai 100 persen dari sebelumnya 80,69 persen.
Gubernur Mirza menegaskan, percepatan pembangunan jalan ini merupakan kelanjutan dari perencanaan sejak 2025 yang baru bisa dimaksimalkan tahun ini akibat keterbatasan anggaran sebelumnya.
“Ini kerja bertahap. Tahun ini kita kebut, tahun depan kita lanjutkan lagi. Targetnya seluruh jalan kewenangan provinsi bisa dalam kondisi baik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa sejumlah ruas di Way Kanan telah rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan, bahkan hingga 15 tahun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada tingginya biaya logistik masyarakat.
“Selama belasan tahun masyarakat menahan kondisi jalan rusak. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga menyangkut beban ekonomi,” ujarnya.
Perbaikan ini diharapkan membuka akses konektivitas baru, termasuk jalur lebih cepat dari Sumatera Selatan menuju Bandar Lampung tanpa harus memutar jauh.
Pemprov Lampung pun mengajak masyarakat ikut mendukung pembangunan, termasuk dengan meningkatkan kepatuhan membayar pajak kendaraan yang menjadi salah satu sumber pembiayaan infrastruktur.
Program ini diyakini akan memperlancar distribusi komoditas unggulan seperti sawit, kopi, dan karet, sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Way Kanan. (Rilis/Asep)








