
Lampung Barat, Kabarlampung.co – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Pemangku Taman Jaya, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Rabu (22/04/2026). Kehadiran orang nomor satu di Lampung Barat itu menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warga yang tertimpa musibah.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin (20/04/2026) malam diduga dipicu korsleting listrik. Api dengan cepat melalap tiga rumah milik warga bernama Edi, Dedi, dan Bambang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dalam kunjungan itu, Parosil Mabsus menyerahkan bantuan berupa sembako, peralatan rumah tangga, serta uang tunai kepada para korban. Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan moral dan material dari pemerintah daerah agar warga dapat segera bangkit dari musibah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, kami turut berduka atas musibah ini,” ujar Parosil.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan jajaran terkait, mulai dari BPBD, camat, hingga peratin untuk segera berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara guna mencegah kejadian serupa.
“Beberapa kasus kebakaran di Lampung Barat hampir 80 persen bersumber dari korsleting listrik. Ini bisa karena kelalaian, bisa juga karena instalasi yang sudah tua,” tegasnya.
Parosil menilai, langkah pencegahan harus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas.
Tak hanya itu, masyarakat diimbau untuk lebih disiplin dalam penggunaan listrik dan kompor di rumah.
“Musibah kebakaran paling sering disebabkan dua hal: korsleting listrik dan kompor yang lupa dimatikan. Saya minta warga membiasakan diri untuk mengecek sebelum keluar rumah atau tidur. Cabut colokan yang tidak perlu, pastikan kompor dalam kondisi aman,” imbaunya.
Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kebiasaan masyarakat dalam menjaga keamanan rumah tangga.
“Koordinasi dengan PLN sudah saya minta. Tapi pencegahan utama tetap dari kebiasaan kita sendiri,” pungkasnya. (Liliana)







