
Lampung Barat, Kabarlampung.co – Misteri bertahannya kawanan 18 ekor gajah liar di sekitar kawasan wisata Danau Asam, Kecamatan Suoh, akhirnya terungkap setelah dua pekan lebih meresahkan warga, Rabu (13/5/2026).
Kawanan gajah tersebut ternyata tidak kembali masuk ke habitat hutan karena salah satu anggota rombongan mengalami luka serius di kaki kiri depan. Cedera itu diduga kuat akibat jerat yang dipasang pihak tak bertanggung jawab.
Ketua Sahabat Satwa Lembah Suoh, Sugeng Hari Kinaryo Adi, mengungkapkan kondisi gajah terluka memicu naluri protektif seluruh kawanan hingga mereka memilih bertahan di dekat permukiman warga Pekon Gunung Ratu, Bandar Negeri Suoh.
Menurutnya, perilaku agresif kawanan gajah selama 15 hari terakhir juga dipicu upaya mereka melindungi anggota yang terluka dari ancaman luar.
“Dari total 18 ekor, ada satu gajah mengalami luka di kaki kiri depan diduga akibat jerat. Kondisi itu membuat kawanan bertahan dan menjadi agresif saat didekati,” ujarnya.
Cedera yang dialami gajah tersebut membuat pergerakan rombongan menjadi lambat dan terbatas. Situasi itu sekaligus menjadi penyebab gagalnya upaya penggiringan yang dilakukan petugas selama dua minggu terakhir.
Saat ini, tim satgas gabungan bersama relawan lokal masih melakukan pemantauan ketat dari jarak aman. Penanganan terhadap gajah yang terluka menjadi prioritas utama guna mencegah konflik lebih luas dengan warga sekitar, sembari menunggu tindakan medis terhadap satwa dilindungi tersebut. (Liliana)







