
Lampung Barat, Kabarlampung.co – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Barat menggelar peringatan Hari Kartini ke-147 yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi TP PKK tingkat kecamatan. Kegiatan berlangsung di Balai Pekon Basungan, Kecamatan Pagar Dewa, Kamis (23/04/2026).
Acara ini dihadiri Ketua TP PKK Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, bersama jajaran pengurus kabupaten, kecamatan, hingga pekon se-Kecamatan Pagar Dewa. Momentum ini juga diisi dengan penyaluran bantuan sembako kepada 50 lansia serta 75 kader posyandu dan kader PKK sebagai bentuk kepedulian sosial.
Dalam sambutannya, Partinia menegaskan peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan emansipasi perempuan yang telah dirintis Raden Ajeng Kartini. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, khususnya melalui penguatan 10 Program Pokok PKK.
Menurutnya, semangat Kartini harus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas perempuan, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun peran sosial di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus aktif berkontribusi dalam mengatasi berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan hingga peningkatan kualitas keluarga.
Sementara itu, Camat Pagar Dewa, Reza Pahlevi, menjelaskan rangkaian kegiatan yang digelar meliputi pelayanan posyandu, demo masak, bazar UMKM, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Demo masak menjadi salah satu kegiatan unggulan yang difokuskan pada upaya pencegahan stunting. Menu yang disajikan berbasis bahan pangan lokal seperti lele, nila, dan sayuran, yang dinilai mudah diperoleh sekaligus memiliki kandungan gizi tinggi bagi anak dan ibu menyusui.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Pagar Dewa, mencakup pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi gizi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sejak dini.
Bazar UMKM juga turut meramaikan kegiatan dengan menampilkan berbagai produk unggulan lokal, mulai dari keripik pisang, kopi, gula aren, hingga kerajinan anyaman. Produk-produk tersebut merupakan hasil olahan masyarakat pekon yang dikelola melalui BUMDes sebagai wujud penguatan ekonomi berbasis desa.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting, kegiatan posyandu juga diisi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi bayi dan balita. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan status gizi anak serta mendukung tumbuh kembang yang optimal di Lampung Barat. (Liliana)







