
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat permanen di Lampung terus dikebut. Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf menargetkan proyek tersebut rampung pada Juni 2026, meski progres pembangunan saat ini baru mencapai 30,52 persen.
Gedung Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Kotabaru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Saat meninjau lokasi pembangunan pada Minggu (26/4/2026), Syaifullah Yusuf menyampaikan optimisme proyek dapat selesai sesuai jadwal. Pembangunan gedung melibatkan lebih dari 600 pekerja dan diproyeksikan mampu menampung sekitar seribu siswa.
Pembangunan ini merupakan bagian dari lebih dari 100 titik Sekolah Rakyat yang dibangun serentak di berbagai daerah di Indonesia. Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem melalui peningkatan akses pendidikan.
Selain meninjau pembangunan gedung permanen, Syaifullah Yusuf juga mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan di Hajimena, Kecamatan Natar. Ia menilai proses pembelajaran berjalan cukup baik meski menghadapi tantangan besar.
Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang beragam, termasuk mereka yang pernah putus sekolah bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal. Kondisi tersebut menuntut adaptasi metode pengajaran agar seluruh siswa dapat mengikuti pelajaran.
Meski sempat menghadapi masa awal yang sulit, proses pembelajaran kini disebut mulai stabil. Para guru, kepala sekolah, serta siswa dinilai semakin mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan yang diterapkan.
Pemerintah juga terus melakukan evaluasi berkala, termasuk peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai pelatihan. Selain itu, mayoritas siswa diketahui memiliki target melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sebagian lainnya bercita-cita menjadi wirausaha.
Syaifullah Yusuf menegaskan, Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk menekan angka putus sekolah yang masih tinggi, terutama pada jenjang SMP menuju SMA. Ke depan, pemerintah juga mendorong keterlibatan orang tua siswa melalui koperasi desa sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan target rampung pertengahan 2026, Sekolah Rakyat di Lampung diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)








