
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Nasib hampir 400 pekerja outsourcing di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) kini berada di ujung tanduk. Menjelang berakhirnya masa kontrak kerja pada pertengahan Juni 2026, ratusan pekerja masih belum menerima kepastian terkait perpanjangan kontrak dari pihak pengelola tol.
Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan pekerja yang selama ini bertugas menjaga operasional jalan tol, mulai dari petugas pelayanan jalan, keamanan, hingga kebersihan. Mereka khawatir ketidakjelasan ini berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Salah seorang pekerja mengaku biasanya perusahaan sudah memberikan informasi atau komitmen perpanjangan kontrak setidaknya satu bulan sebelum masa kerja berakhir. Namun hingga awal Juni ini, belum ada kejelasan yang diterima para pekerja.
“Biasanya sebulan sebelum kontrak habis sudah ada kepastian. Sekarang belum ada informasi apa pun. Kami hanya ingin tahu nasib kami ke depan,” ujarnya saat ditemui di salah satu rest area Tol Bakter.
Bagi para pekerja, pekerjaan di ruas tol tersebut bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan penopang utama kehidupan keluarga. Mayoritas merupakan warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan tol dan menggantungkan ekonomi rumah tangga dari pekerjaan tersebut.
“Kami warga sekitar. Penghasilan keluarga berasal dari pekerjaan ini. Kalau kontrak tidak diperpanjang, tentu akan sangat berdampak bagi kehidupan kami,”katanya.
Keresahan para pekerja kini mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Lampung. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lampung berencana memanggil pihak pengelola Tol Bakter guna meminta penjelasan terkait status hubungan kerja ratusan tenaga outsourcing tersebut.
Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Lampung, Heru Elthano Kinantan, menegaskan pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap status kontrak para pekerja serta memastikan hak-hak tenaga kerja tetap terlindungi.
“Akan kami cek terlebih dahulu status hubungan kerjanya, kapan berakhirnya, serta apakah hak-hak para pekerja sudah terpenuhi atau belum,”tegas Heru.
Hingga kini, para pekerja masih menunggu kepastian dari manajemen PT Bakauheni Terbanggi Besar Tol (BTB). Di tengah lalu lalang kendaraan yang setiap hari melintasi ruas Tol Bakter, ratusan pekerja lokal hanya berharap dapat terus bekerja dan menjadi bagian dari operasional infrastruktur strategis tersebut.
Jika tidak ada solusi dalam waktu dekat, ancaman hilangnya mata pencaharian bagi ratusan keluarga di sekitar kawasan tol dikhawatirkan akan menjadi persoalan sosial dan ekonomi baru di Lampung Selatan. (Gelly)








