
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Aksi nekat seorang pria yang memanjat hingga ke puncak tower pemancar sinyal setinggi sekitar 52 meter menggegerkan warga Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandarlampung, Rabu (24/6/2026).
Keberadaan pria tersebut di bagian tertinggi tower selama berjam-jam sontak menjadi perhatian warga. Sejumlah warga berkerumun di sekitar lokasi sambil menyaksikan proses penyelamatan yang dilakukan petugas.
Laporan kejadian diterima tim Basarnas Lampung sekitar pukul 10.00 WIB. Tim penyelamat kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan memilih mengedepankan pendekatan persuasif untuk mencegah tindakan yang dapat membahayakan keselamatan korban.
Komandan Tim Rescue Basarnas Lampung, Sumariansyah Eka Putra, mengatakan proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih dua jam. Korban akhirnya berhasil diturunkan pada pukul 13.00 WIB dalam kondisi selamat.
“Kami menerima informasi sekitar pukul 10.00 WIB. Tim bergerak ke lokasi dan korban berhasil dievakuasi pada pukul 13.00 WIB dalam keadaan selamat,” ujar Sumariansyah.
Menurutnya, keberhasilan evakuasi tidak terlepas dari proses negosiasi yang dilakukan secara intensif. Petugas melibatkan istri korban untuk berkomunikasi langsung menggunakan handy talky (HT) dari bawah tower.
Melalui komunikasi tersebut, sang istri berupaya membujuk korban agar mengurungkan niatnya dan turun secara sukarela. Pendekatan humanis itu akhirnya membuahkan hasil setelah korban bersedia mengikuti arahan petugas.
Dari hasil komunikasi dengan keluarga, aksi nekat tersebut diduga dipicu persoalan internal rumah tangga. Namun petugas tidak merinci lebih jauh mengenai permasalahan yang melatarbelakanginya.
“Untuk negosiasi, kami melibatkan istri korban. Ia membujuk suaminya melalui HT. Informasi yang kami terima, korban naik ke tower karena persoalan internal keluarga,” jelas Sumariansyah.
Meski dilakukan di ketinggian puluhan meter, proses penyelamatan berlangsung aman dan terkendali. Basarnas menerjunkan satu personel untuk naik ke tower mendampingi korban, sementara personel lainnya bersiaga di bawah guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
Berdasarkan keterangan warga, korban sempat bertahan di titik paling atas tower setinggi sekitar 52 meter sebelum akhirnya berhasil dievakuasi tanpa mengalami cedera. (Puji)










