
Pringsewu, Kabarlampung.co – Kasus pembunuhan menggemparkan terjadi di Pekon Pemenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Seorang perempuan muda bernama Anes Wulandari (20) tewas diduga ditusuk suami sirinya sendiri, Heru Purwanto.
Setelah diduga menghabisi nyawa korban, pelaku juga mencoba mengakhiri hidup dengan menusukkan pisau ke bagian perut hingga mengalami luka berat.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (26/6/2026) malam. Korban ditemukan warga tergeletak di jalan dengan luka tusuk di bagian perut, sementara pelaku ditemukan di area bekas kolam ikan tidak jauh dari lokasi kejadian dalam kondisi bersimbah darah dengan usus terburai. Pelaku kemudian dievakuasi ke RSUD Pringsewu untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pelaku hingga kini masih menjalani perawatan medis sehingga belum dapat dimintai keterangan secara maksimal terkait motif pembunuhan.
“Benar, peristiwa itu terjadi pada Jumat malam. Pelaku saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit karena setelah menusuk korban, ia juga menusuk perutnya sendiri. Untuk motifnya masih kami dalami karena pemeriksaan belum bisa dilakukan secara maksimal,” kata AKBP M. Yunnus Saputra.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula ketika pelaku berulang kali berusaha menemui korban sejak Jumat sore. Namun korban menolak bertemu. Pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIB, pelaku kembali datang ke rumah korban dengan alasan ingin membicarakan sesuatu. Korban yang saat itu tengah merawat ayahnya yang sakit akhirnya keluar rumah mengikuti pelaku.
Sekitar 20 meter dari rumah korban, keduanya diduga terlibat cekcok. Tak lama kemudian terdengar teriakan minta tolong. Warga yang keluar rumah melihat seorang pria berlari ke arah kebun. Saat dilakukan pencarian, warga menemukan pelaku dalam kondisi terluka parah setelah diduga menusuk dirinya sendiri.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara mengamankan sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi korban sebelum akhirnya dipakai pelaku melukai dirinya sendiri. Barang bukti tersebut kini menjalani pemeriksaan forensik guna memperkuat proses penyidikan.
Kapolres menambahkan, jenazah Anes Wulandari telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan pada Sabtu (27/6/2026). Sementara pelaku masih mendapat perawatan dengan pengawasan ketat aparat kepolisian hingga kondisinya memungkinkan untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif di balik aksi pembunuhan yang diduga dipicu persoalan rumah tangga pasangan suami istri siri tersebut. (Adi/Nanang)








