
Jakarta, Kabarlampung.co – Nama Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Helmy Santika kembali menjadi sorotan setelah resmi menyandang pangkat bintang tiga. Mantan Kapolda Lampung itu menjadi satu dari empat perwira tinggi Polri yang menerima kenaikan pangkat pada Selasa, 30 Juni 2026, sebagai pengakuan atas rekam jejak panjangnya dalam menangani berbagai kasus besar yang menyita perhatian publik.
<span;>Promosi tersebut bukan sekadar penambahan satu bintang di pundak, melainkan penanda perjalanan lebih dari tiga dekade pengabdian di Korps Bhayangkara. Selama kariernya, Helmy dikenal sebagai penyidik yang berkali-kali dipercaya mengungkap perkara strategis, mulai dari pembunuhan berantai, narkotika lintas negara, hingga kejahatan ekonomi bernilai triliunan rupiah.
Saat ini Helmy mengemban tugas sebagai Perwira Tinggi Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, jabatan yang diamanahkan sejak September 2025. Sebelumnya, lulusan Akademi Kepolisian 1993 itu memimpin Polda Lampung selama hampir dua tahun.
Karier Helmy dibangun dari dunia reserse. Ia pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasubdit Resmob dan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, hingga Kapolresta Barelang.
Pengalaman di wilayah perbatasan Barelang mengasah kemampuannya dalam mengungkap jaringan perdagangan orang dan penyelundupan narkotika lintas negara.
Kepercayaan institusi terus mengantarkannya ke posisi yang semakin strategis. Saat memimpin Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau, Helmy berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional. Ia kemudian dipercaya menjabat Wakil Direktur hingga Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
Di Bareskrim, Helmy menangani sederet perkara yang menjadi perhatian nasional, mulai dari investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga berbagai tindak pidana ekonomi yang merugikan negara dan masyarakat dalam jumlah besar.
Namanya juga tercatat dalam sejumlah pengungkapan kasus besar, di antaranya pembunuhan berantai Ryan Jombang, pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, kasus korupsi Gayus Tambunan, penculikan warga negara Malaysia di Kepulauan Riau, hingga penangkapan John Kei.
Saat dipercaya memimpin Polda Lampung pada 2023, pengalaman panjang sebagai penyidik dibawanya ke tingkat kepemimpinan wilayah. Salah satu capaian yang paling menonjol ialah keberhasilan mengungkap jaringan narkotika Fredy Pratama yang disebut sebagai salah satu sindikat narkoba terbesar di Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, pengamanan arus mudik nasional, penyelenggaraan Pemilu, serta pengamanan berbagai aksi unjuk rasa di Lampung berlangsung dalam situasi yang kondusif. Kinerja tersebut semakin menguatkan reputasinya sebagai perwira yang berpengalaman di bidang reserse sekaligus manajerial.
Di luar tugas kedinasan, Helmy juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Sejumlah komunitas pendamping pasien di Lampung menyebut dirinya kerap memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk dukungan pengobatan maupun kunjungan langsung kepada keluarga pasien.
Kini, dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi, Helmy Santika resmi bergabung dalam jajaran perwira tinggi bintang tiga Polri. Bersama Helmy, tiga perwira lainnya yang turut menerima kenaikan pangkat ialah Mulia Hasudungan Ritonga, Gatot Tri Suryanta, dan Rudi Setiawan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi institusi atas dedikasi, integritas, dan kinerja para perwira tinggi.
Menurutnya, kenaikan pangkat bukan hanya penghargaan, tetapi juga amanah untuk terus memperkuat transformasi Polri Presisi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas. (Puji/Adi)








