
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang KMP Batumandi yang diduga terjatuh ke laut di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. Memasuki hari kedua operasi, Jumat (10/7/2026), korban belum berhasil ditemukan meski area pencarian telah diperluas mengikuti prediksi pergerakan arus laut.
Korban merupakan warga Perum Mutiara Citra Asri Blok D24 RT 001/RW 014, Kecamatan Indihiang. Ia diduga terjatuh saat KMP Batumandi hendak memasuki alur Pelabuhan Bakauheni pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 01.42 WIB.
Peristiwa itu terungkap ketika awak kapal mengumumkan agar seluruh penumpang kembali ke kendaraan masing-masing menjelang proses sandar. Seorang ibu kemudian melaporkan kepada pramugari bahwa anaknya belum kembali ke bus.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemanggilan nama korban melalui pengeras suara sebanyak lima kali. Namun, tidak ada respons. Kru kapal kemudian menyisir seluruh area kapal hingga akhirnya menemukan sepasang sepatu dan jaket yang diduga milik korban di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan.
Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh ke laut. Pihak kapal kemudian segera berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan operasi pencarian.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan adanya laporan penumpang yang diduga jatuh ke laut saat kapal dalam pelayaran menuju Pelabuhan Bakauheni.
“Korban bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), warga Kecamatan Indihiang, yang diduga terjatuh dari KMP Batumandi di perairan Pulau Panjurit, Kecamatan Bakauheni, sekitar pukul 01.42 WIB,” ujarnya.
Menurut Rezie, setelah laporan diterima, tim SAR langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Pada hari pertama, operasi melibatkan Basarnas Pos SAR Bakauheni, Satpolairud Polres Lampung Selatan, Ditpolairud Polda Lampung, ASDP Bakauheni, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Tim menyisir perairan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.
Sekitar pukul 14.50 WIB, tim menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak mengenai adanya indikasi objek di koordinat 05°54.507′ LS – 105°47.185′ BT. Tim segera bergerak menuju lokasi dan melakukan penyisiran, namun hasilnya masih nihil. Operasi hari pertama dihentikan sementara pukul 17.20 WIB dan dilanjutkan keesokan harinya berdasarkan pemetaan prediksi arus laut.
Memasuki hari kedua, pencarian dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan memperluas area penyisiran hingga perairan Pulau Panjurit, Pulau Rimau, jalur pelayaran menuju Pelabuhan Bakauheni, serta garis pantai di sekitar lokasi kejadian. Tim juga berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas untuk membantu pemantauan.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, IPTU Panpan Hermayadi, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi hari pertama.
“Hari ini kami melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran sesuai prediksi arus laut. Seluruh titik yang dicurigai pada hari pertama sudah disisir, namun korban belum ditemukan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” katanya.
Selain melakukan penyisiran di laut, petugas juga mengumpulkan keterangan dari nakhoda, awak kapal, dan sejumlah saksi untuk memperjelas kronologi serta memperkirakan posisi terakhir korban sebelum diduga terjatuh.
Operasi pencarian masih menghadapi tantangan berupa arus laut Selat Sunda yang cukup kuat dan dinamis sehingga memperluas kemungkinan pergerakan korban. Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian. (Roy Sandi)









