
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Bandarlampung Expo 2026 resmi ditutup Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Gedung Graha Mandala Alam, Jumat (24/7/2026) malam. Selama sepekan penyelenggaraan, pameran terbesar dalam rangka HUT ke-342 Kota Bandarlampung itu mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp3,1 miliar, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,4 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung, Erwin, mengatakan lonjakan nilai transaksi tersebut menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat sekaligus tingginya antusiasme pengunjung terhadap Bandarlampung Expo tahun ini.
“Transaksi hingga penutupan malam ini tercatat mencapai sekitar Rp3,1 miliar. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp2,4 miliar,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi motor utama perputaran ekonomi selama expo berlangsung. Dari seluruh pelaku usaha yang berpartisipasi, stan kuliner menjadi penyumbang transaksi terbesar.
“Kontributor terbesar masih berasal dari UMKM, terutama pelaku usaha kuliner,” katanya.
Bandarlampung Expo 2026 menghadirkan puluhan stan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga UMKM lokal yang menampilkan produk unggulan, layanan publik, inovasi pembangunan, serta hiburan bagi masyarakat.
Menutup rangkaian kegiatan, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menyampaikan rasa syukur karena seluruh agenda HUT ke-342 Kota Bandarlampung berjalan sukses dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Menurut Eva, keberhasilan penyelenggaraan expo merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Bandarlampung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), panitia, serta seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian HUT ke-342 Kota Bandarlampung berjalan lancar. Ini merupakan pesta rakyat. Terima kasih kepada Forkopimda, Bapak Gubernur, panitia, dan rekan-rekan wartawan yang telah mengawal seluruh kegiatan dari awal hingga selesai,” ujar Eva.
Eva juga mengapresiasi kontribusi UMKM yang menjadi daya tarik utama selama expo berlangsung. Ia berharap para pelaku usaha terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan agar mampu bersaing serta memanfaatkan tingginya kunjungan wisatawan dan masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera hingga Pulau Jawa.
Menurutnya, pertumbuhan UMKM akan berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi daerah sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di akhir sambutannya, Eva meminta seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandarlampung terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik agar pembangunan kota semakin maju serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Harapannya Bandarlampung terus berkembang, pembangunan semakin baik, dan seluruh OPD memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (Ridho/Puji)









