
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Seruit yang selama ini identik sebagai kuliner pemersatu masyarakat Lampung kini memiliki makna baru. Pada peringatan Hari Nyruit Nasional ke-4 di Bandarlampung, Sabtu (25/7/2026), makanan khas tersebut dijadikan simbol kebangkitan UMKM lokal untuk naik kelas hingga mampu menembus pasar internasional.
Momentum itu ditandai dengan peluncuran The Next Local Hero, komunitas yang digagas pemilik Sambal Seruit Bu Lin, Elinawati, sebagai wadah pembinaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komunitas ini akan memberikan pendampingan, memperluas jejaring bisnis, serta membuka peluang kemitraan bagi para anggotanya.
Elinawati mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmennya membantu UMKM Lampung berkembang setelah empat tahun Hari Nyruit Nasional digelar. Menurutnya, komunitas ini terbuka bagi seluruh pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pasar.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pihaknya juga menyiapkan program kemitraan bagi peserta terbaik dengan nilai pembinaan mencapai Rp100 juta melalui kerja sama jangka panjang. Dukungan itu difokuskan pada pengembangan usaha tanpa mengambil alih kepemilikan produk milik pelaku UMKM.
Gagasan tersebut lahir dari pengalaman pribadi Elinawati saat merintis usaha. Ia pernah menghadapi keterbatasan modal, relasi, hingga promosi sehingga ingin menciptakan ruang kolaborasi agar pelaku UMKM lain tidak mengalami kesulitan yang sama.
Menurutnya, semangat berwirausaha generasi muda Lampung sangat besar, namun masih terkendala akses pendanaan, pendampingan, dan pemasaran. Karena itu, kolaborasi antarpelaku usaha dinilai menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mengangkat kuliner khas Lampung ke tingkat global.
Program The Next Local Hero mendapat sambutan tinggi. Sebanyak 600 pelaku UMKM mengikuti proses seleksi yang berlangsung hampir enam bulan sebelum akhirnya terpilih para pemenang.
Salah satu penerima penghargaan, pemilik Seblak Ratu Simi, Kartika Yupitasari, mengaku bersyukur berhasil lolos dari ratusan peserta. Menurutnya, proses seleksi bukan sekadar memperebutkan penghargaan, tetapi menjadi ajang belajar, memperluas relasi, dan meningkatkan kemampuan mengembangkan usaha.
Kartika menilai kreativitas pelaku UMKM di Bandar Lampung terus berkembang. Namun, banyak di antaranya masih membutuhkan pendampingan untuk membangun merek, memperkuat strategi pemasaran, dan memperluas akses pasar.
Empat tahun setelah pertama kali digelar, Hari Nyruit Nasional kini tak hanya menjadi perayaan kuliner tradisional. Dari semangkuk seruit, lahir gerakan yang diharapkan mampu melahirkan lebih banyak local hero, memperkuat daya saing UMKM Lampung, dan membawa produk daerah menembus pasar internasional. (Puji/Ridho)










