
Lampung Tengah, Kabarlampung.co – Upaya mendahului truk Fuso di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, berakhir tragis. Seorang pengendara Honda Beat tewas terlindas usai kehilangan kendali dalam kecelakaan beruntun yang juga melibatkan satu sepeda motor lainnya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 09.40 WIB, tepatnya di depan dealer Mitsubishi, Kecamatan Gunung Sugih.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lampung Tengah, Ipda Maruli Togatorop, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kecelakaan melibatkan satu unit truk Fuso, sepeda motor Honda Beat, dan Honda Mega Pro.
“Peristiwa terjadi di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di depan dealer Mitsubishi, Kecamatan Gunung Sugih,” kata Ipda Maruli Togatorop, Senin (3/8/2026).
Ipda Maruli menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk Fuso dan Honda Beat melaju dari arah Bandar Jaya menuju Gunung Sugih. Dari arah berlawanan, Honda Mega Pro melintas menuju Bandar Jaya.
Saat tiba di lokasi kejadian, pengendara Honda Beat mencoba mendahului truk Fuso. Namun nahas, saat melakukan manuver tersebut korban diduga kehilangan kendali hingga terjatuh ke arah roda truk.
“Pengendara Honda Beat terjatuh ke arah dalam dan masuk ke area roda truk Fuso. Sementara sepeda motornya terpental ke jalur berlawanan hingga menabrak Honda Mega Pro yang datang dari arah berlawanan,” jelasnya.
Akibat benturan tersebut, pengendara Honda Beat mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pengendara Honda Mega Pro hanya mengalami luka ringan.
“Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan,” ujar Ipda Maruli.
Satlantas Polres Lampung Tengah telah mengamankan tiga kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Polisi juga masih memeriksa sopir truk Fuso serta pengendara Honda Mega Pro untuk mengungkap secara utuh penyebab kecelakaan.
“Ketiga kendaraan sudah kami amankan. Sopir truk Fuso dan pengendara Honda Mega Pro masih dimintai keterangan. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Ipda Maruli. (*)









