
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Pemandangan tak biasa mewarnai pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (5/8/2026). Alih-alih berlangsung di ruang rapat atau gedung pemerintahan, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memilih menggelar prosesi pelantikan di ruang terbuka, tepat di kawasan Underpass Flyover Pasar Natar.
Di tengah hiruk-pikuk pedagang, aroma pasar, dan lalu lalang kendaraan, Bupati Egi melantik serta mengambil sumpah jabatan 12 pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Pemilihan lokasi itu menjadi simbol bahwa birokrasi tidak boleh berjarak dengan rakyat, melainkan harus hadir dan memahami langsung denyut kehidupan masyarakat.
Dari 12 pejabat yang dilantik, hampir seluruhnya sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) pada posisi yang kini diisi secara definitif. Satu-satunya wajah baru adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
Dalam sambutannya, Egi menegaskan pelantikan di pasar bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda atau seremoni semata. Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat setiap hari.
“Saya tidak ingin ini hanya menjadi sebuah seremonial. Jabatan bukan penghargaan, tetapi tanggung jawab untuk menjawab kondisi riil di tengah masyarakat,” tegas Egi.
Ia mengatakan seluruh penyelenggara pemerintahan, mulai dari kepala daerah, DPRD hingga kepala perangkat daerah, menerima mandat dari masyarakat yang berharap adanya perubahan nyata. Karena itu, setiap kebijakan harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar rutinitas birokrasi.
Bahkan, Egi mengajak para pejabat merasakan langsung suasana Pasar Natar, mulai dari aktivitas perdagangan hingga aroma sampah yang menjadi bagian dari realitas sehari-hari warga. Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi pengingat agar pemerintah tidak kehilangan empati terhadap rakyat.
“Gaji kita setiap bulan sudah pasti. Tapi pedagang di depan kita belum tentu hari ini mendapat rezeki, apalagi besok. Di situlah hati dan nurani pemerintah harus berada,” ujarnya.
Egi juga mengingatkan bahwa jabatan hanyalah titipan yang dapat berakhir kapan saja. Karena itu, seluruh pejabat diminta memanfaatkan amanah tersebut untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.
Ia menekankan setiap program pembangunan harus berpijak pada tiga prinsip utama, yakni tumbuh, berdampak, dan berkelanjutan.
Adapun 12 pejabat yang dilantik yakni Mhd Dharma Kurniawan sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Agustinus Oloan sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, Djuanda sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Mugiyono sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Syaifulloh sebagai Kepala Dinas Pendidikan, dr. Nessi Yunita sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Iwan Chandra Gautama sebagai Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Sumantri sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hendry Kurniawan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Cahyadi sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Devi Arminanto sebagai Kepala Dinas Kesehatan, serta Alyasir sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
Selain itu, Bupati Egi juga menunjuk Al Mardiyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah serta Arif Surya Utama sebagai Plt Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah. (Rls/Gelly)










