
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Polisi mengamankan seorang sopir truk yang diduga terlibat dalam kematian seorang pria yang jasadnya ditemukan di pinggir Jalan Baypas Soekarno-Hatta, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Selasa pagi, (18/8/2026).
Sopir bernama Mulya Ari Suryana (35) diamankan Tim Resmob Polresta Bandar Lampung di sebuah warung di kawasan Natar, Lampung Selatan, Rabu pagi, (19/8/2026). Ia kemudian dibawa ke Mapolresta Bandarlampung untuk menjalani pemeriksaan.
Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengungkap identitas korban yang sebelumnya anonim. Korban diketahui bernama Nana Sutiana (27), warga Rangkasbitung, Banten. Korban ternyata merupakan kernet truk yang dikemudikan Mulya.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandarlampung, Ipda Alvira Yunita, menduga korban tewas setelah terlindas truk saat sedang beristirahat di bagian kolong samping kendaraan.
“Peristiwa bermula ketika pelaku bersama korban berangkat dari Cilegon, Banten, menuju wilayah Sumatera Selatan. Setibanya di Bandarlampung, truk berhenti dan mengantre pengisian bahan bakar solar di sebuah SPBU di Jalan Baypas Soekarno-Hatta, Labuhan Ratu, ” Ujarnya.
Menurutnya, saat itu, kendaraan hendak kembali berjalan, diduga pelaku tidak mengetahui korban masih berada di kolong samping truk. Kendaraan kemudian bergerak hingga melindas korban.
Usai mengisi bahan bakar, pelaku melanjutkan perjalanan dan diduga tidak mengetahui bahwa korban telah tewas di sekitar lokasi.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menemukan jasad korban di pinggir jalan. Dari pemeriksaan dan penelusuran, petugas akhirnya mengidentifikasi kendaraan serta mengamankan sopir truk tersebut.
Dalam kasus ini, polisi menyita truk yang diduga terlibat sebagai barang bukti. Penyidik juga masih memeriksa sopir dan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Sementara itu, setelah menjalani pemeriksaan visum, jasad Nana Sutiana masih berada di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Bandarlampung. Jasad korban selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Rangkasbitung, Banten. (Puji)









