
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Kecelakaan terjadi di Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Lampung Selatan, Selasa (25/8/2026) sore. Toyota Kijang Innova diduga hilang kendali setelah pengemudinya mengantuk, lalu menghantam mobil medical check up (MCU) milik rumah sakit asal Bekasi.
Benturan keras terjadi di KM 69+800 Jalur A sekitar pukul 16.18 WIB. Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang terluka dan dua kendaraan mengalami kerusakan parah.
Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), Charles Giroth, mengatakan kecelakaan bermula saat Toyota Kijang Innova bernomor polisi BE-1862-ABA melaju di lajur cepat.
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Kendaraan kemudian hilang kendali dan menabrak Microbus bernomor polisi B-7051-BXA yang berada di depannya.
“Menurut keterangan pengemudi kendaraan Minibus Toyota Kijang Innova, kendaraan berjalan di lajur cepat. Sesampainya di KM 69+800 Jalur A, pengemudi diduga mengantuk sehingga kendaraan hilang kendali dan menabrak kendaraan Microbus B-7051-BXA yang berada di depannya,” ujar Charles.
Kerasnya benturan membuat mobil MCU terdorong hingga keluar dari badan jalan dan terguling di sisi tol.
Kerusakan kedua kendaraan cukup parah. Berdasarkan rekaman video yang diterima, bagian depan hingga atap mobil MCU tampak ringsek, sementara bagian depan Innova juga mengalami kerusakan berat.
Tiga orang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Dua penumpang mobil MCU mengalami luka berat, yakni SY (28), warga Bumi Dipasena Mulya, Tulang Bawang, dan GW (49), warga Kayu Bongkok, Tangerang.
Sementara penumpang Innova, PW (60), warga Gedong Air, Bandar Lampung, mengalami luka ringan.
Seluruh korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Imanuel untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas patroli tol atau Tim Bravo tiba sekitar lima menit setelah menerima laporan.
Petugas langsung melakukan pengamanan lokasi dan mengevakuasi kedua kendaraan menuju Gerbang Tol Itera Kotabaru.
Charles mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika kondisi tubuh mulai lelah atau mengantuk.
“Pastikan batas kecepatan maksimal 100 kilometer per jam. Apabila lelah atau mengantuk, silakan beristirahat di rest area terdekat,” tegasnya.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bahwa rasa kantuk di balik kemudi dapat berujung fatal, terlebih saat kendaraan melaju di kecepatan tinggi di jalan tol.(Gelly/Roy)









