
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Kantin Kontainer kini hadir di lingkungan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Bukan sekadar tempat membeli makanan dan minuman, fasilitas yang diresmikan Rabu (26/8/2026) ini dirancang menjadi ruang produktif bagi mahasiswa untuk belajar berwirausaha sekaligus membangun kemandirian.
Program tersebut dikelola mahasiswa penerima manfaat. Keuntungan usaha nantinya tidak hanya berputar sebagai pendapatan, tetapi diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan mahasiswa serta program zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Konsep ini menjadikan aktivitas jual beli di kantin sekaligus bagian dari skema pemberdayaan mahasiswa.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Nandrianto Suparno, mengatakan kehadiran Kantin Kontainer diharapkan memudahkan mahasiswa memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membuka ruang kreativitas dan produktivitas di lingkungan kampus.
“Harapannya mahasiswa di ITERA bisa lebih dekat untuk belanja. Ini menjadi tempat kreativitas mahasiswa dan produktivitas Kantin Kontainer,” kata Nandrianto.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITERA, Ir. Hadi Teguh Yudistira, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, konsep pemberdayaan seperti ini dapat menjadi alternatif skema beasiswa yang tidak berhenti pada pemberian bantuan dalam bentuk uang.
“Terima kasih atas program ini. Adanya program ini kita bisa membuat skema beasiswa, bukan hanya bentuk uang, tapi kegiatan seperti Kantin Kontainer,” ujarnya.
General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih Syarafaddin, menegaskan program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik. Kantin Kontainer ditargetkan memberikan dampak jangka panjang dan menjangkau lebih banyak mahasiswa penerima manfaat.
“Program ini tidak sekadar bangunan. Berharap jangka panjang, dan program ini banyak mahasiswa yang menerima manfaat,” katanya.
Bagi mahasiswa yang dipercaya mengelola kantin, program ini menjadi ruang belajar nyata untuk memahami bisnis, mengelola usaha, hingga membangun kemandirian ekonomi. Kehadiran Kantin Kontainer pun diharapkan menjadi ekosistem kecil yang menghubungkan kewirausahaan, pendidikan, dan kebermanfaatan sosial.
Dengan konsep tersebut, setiap transaksi di Kantin Kontainer bukan sekadar aktivitas jual beli. Di baliknya, ada upaya mencetak mahasiswa yang produktif, mandiri, dan mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan kampus. (Rls/Puji)










