
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Kepulan asap tebal, kobaran api, hingga suara ledakan menggegerkan kompleks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, Minggu (30/8/2026) malam.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di bagian belakang rumah sakit. Api membakar sedikitnya dua gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang bekas dan alat kesehatan (alkes).
Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari ruang neonatus dan ruang saraf, sehingga situasi sempat membuat panik pasien maupun keluarga yang berada di sekitar lokasi.
Saksi mata, Supardi, keluarga pasien ruang saraf, mengaku menjadi salah satu orang yang pertama kali mengetahui adanya kebakaran.
Saat hendak menuju toilet, Supardi melihat kepulan asap dan mendengar suara gedoran dari arah pintu pagar belakang rumah sakit. Ia kemudian segera memberitahukan petugas keamanan atau security mengenai adanya kebakaran.
“Pertama saya lihat ada asap di belakang. Saya langsung kasih tahu security. Setelah itu terdengar suara ledakan,” ujar Supardi.
Upaya pemadaman sempat terkendala akses. Kendaraan pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api melalui akses depan maupun pintu samping rumah sakit.
Petugas akhirnya membuka akses melalui bagian belakang pagar rumah sakit agar mobil pemadam kebakaran dapat mendekati lokasi dan melakukan penyemprotan langsung ke titik api.
Suara ledakan beberapa kali terdengar dari area gudang yang terbakar. Kondisi tersebut membuat petugas meningkatkan kewaspadaan, sementara sejumlah pasien yang berada di ruangan dekat lokasi kebakaran langsung dievakuasi sebagai langkah antisipasi.
Tenaga medis RSUD Ryacudu, Bayu Ramaantika, mengatakan sedikitnya 12 pasien yang berada di sejumlah ruangan terdampak harus dievakuasi ke ruang IGD.
Pasien tersebut berasal dari ruang saraf, penyakit dalam, anak, VIP, hingga bedah paru.
“Kurang lebih ada 12 pasien yang dievakuasi ke IGD. Mereka dari beberapa ruangan yang lokasinya dekat dengan gudang terbakar,” jelas Bayu.
Wabup: Pelayanan Rumah Sakit Tetap Berjalan
Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, bersama Forkopimda meninjau langsung lokasi memastikan kebakaran terjadi pada area gudang di bagian belakang rumah sakit.
Menurutnya, bangunan yang terbakar digunakan untuk menyimpan barang-barang bekas dan sejumlah alat kesehatan.
“Kurang lebih 20 sampai 25 menit yang lalu terjadi kebakaran di RSUD Ryacudu. Yang terbakar ini gudang, tempat penyimpanan barang-barang bekas dan alkes yang memang disimpan di sini,” kata Romli di lokasi kejadian.
Romli memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut posisi gudang yang berada di bagian paling belakang membuat kobaran api tidak langsung mengganggu aktivitas pelayanan medis di bagian depan rumah sakit.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena pasien-pasien letaknya jauh di bagian depan. Karena gudang ini di pojok paling belakang, jadi tidak mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Sedikitnya dua unit gudang dilaporkan terbakar. Proses pemadaman melibatkan Damkarmat, BPBD, TNI, Polri, PLN, serta masyarakat.
Petugas masih berjibaku, hingga pukul 22.00 Wib, menjinakkan api sekaligus mengantisipasi agar kobaran tidak merambat ke bangunan rumah sakit lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui. Begitu pula dengan nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.
Pihak berwenang masih melakukan penanganan di lokasi dan akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api.
Berita ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan informasi terbaru di lapangan. (Ridho/Adi).








