
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian serius petugas. Status Siaga Level III yang masih berlangsung disertai aktivitas erupsi sejak 17 Agustus 2026 membuat aparat meningkatkan pengawasan di perairan sekitar gunung api tersebut.
Lontaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi dikhawatirkan berdampak terhadap keselamatan masyarakat pesisir, khususnya warga Pulau Sebesi dan wilayah sekitarnya.
Menyikapi kondisi tersebut, tim gabungan Satpolair Polres Lampung Selatan, Polair Polda Lampung, serta BKSDA Wilayah Bengkulu-Lampung turun langsung melakukan patroli di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.
Petugas memberikan peringatan kepada nelayan dan wisatawan agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya akibat peningkatan aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Dalam patroli, petugas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga membagikan masker kepada nelayan dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi.
Petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan serta membagikan vitamin kepada nelayan yang masih beraktivitas mencari ikan di kawasan sekitar gunung.
Untuk memperkuat pencegahan, tim gabungan memasang sejumlah spanduk berisi imbauan dan larangan mendekati Gunung Anak Krakatau.
Petugas menegaskan, nelayan maupun wisatawan yang tetap nekat memasuki zona terlarang dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Aiptu Wely Fahroji dari Satpolair Polres Lampung Selatan mengatakan, imbauan terus dilakukan demi mencegah masyarakat berada di zona berbahaya.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Petugas juga tidak berhenti memberikan peringatan, baik melalui imbauan secara lisan maupun teguran langsung kepada nelayan dan wisatawan, ” Ujarnya, Minggu, (30/8/2026).
<span;>Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memahami risiko dan tidak mengabaikan batas aman yang telah ditetapkan.
Petugas mengingatkan, kondisi Gunung Anak Krakatau dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi seluruh larangan dan arahan petugas demi keselamatan bersama. (Roy/Puji)









