Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali, Abu Vulkanik Terjang Empat Kecamatan

oleh
oleh

Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, meningkat tajam. Dalam sehari, Senin (17/8/2026), gunung api tersebut tercatat mengalami 20 kali erupsi, memicu hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah pesisir.

Berdasarkan data pengamatan Magma Indonesia, erupsi berlangsung sejak pukul 01.30 hingga 22.10 WIB. Letusan tertinggi mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut.

Aktivitas seismik juga menunjukkan kekuatan letusan yang signifikan. Erupsi dengan amplitudo tertinggi tercatat pukul 03.04 WIB, mencapai 64 milimeter dengan durasi 55 detik. Sementara erupsi terlama terjadi pukul 12.44 WIB, berlangsung selama 197 detik atau lebih dari tiga menit.

Dampak letusan mulai dirasakan warga di Kecamatan Bakauheni, Penengahan, Kalianda, dan Rajabasa, serta Pulau Sebesi. Di Pulau Sebesi, abu vulkanik bahkan masuk ke rumah-rumah warga dan menempel pada perabotan, memaksa masyarakat lebih sering membersihkan tempat tinggal.

Mengantisipasi dampak kesehatan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengaktifkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, terutama di wilayah terdampak. Dinas Kesehatan juga mendistribusikan 4.500 masker, terdiri atas 1.500 masker untuk kawasan Dermaga Canti dan sekitarnya serta 3.000 masker bagi warga Pulau Sebesi yang dibagikan langsung dari rumah ke rumah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan jajaran kesehatan telah diperintahkan untuk bersiaga penuh.  “Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga terdampak mendapat penanganan cepat sekaligus mencegah paparan abu vulkanik menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius, ” Ujarnya, Rabu, (19/8/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan ibu hamil. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker serta kacamata pelindung apabila harus beraktivitas di luar.

Masyarakat juga diminta menutup rapat makanan dan sumber air agar tidak terkontaminasi abu vulkanik. Pemerintah menegaskan warga, wisatawan, maupun pengunjung kawasan pesisir harus mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Peningkatan frekuensi erupsi menjadi sinyal kuat agar masyarakat tidak mengabaikan perkembangan aktivitas gunung api dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait. (Roy)

Tas Pancing MUrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.