Gudang RSUD Ryacudu Tak Dialiri Listrik, Penyebab Kebakaran Misteri

oleh
oleh

Lampung Utara, Kabarlampung.co – Misteri penyebab kebakaran dua gudang RSUD Mayjen H.M. Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, belum terungkap. Polisi memastikan masih membutuhkan pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan sumber api dan penyebab pasti kebakaran.

Temuan awal di lokasi bahkan memunculkan fakta bahwa gudang yang terbakar disebut tidak memiliki aliran listrik.

Kebakaran menghanguskan dua ruang penyimpanan sarana dan prasarana rumah sakit pada Minggu (30/8/2026) malam. Api mulai diketahui sekitar pukul 19.30 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kepolisian, terdapat dua ruangan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan alat kesehatan dan berbagai sarana prasarana.

Polisi juga tidak menemukan kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kebakaran.

Sejumlah puing sisa kebakaran dan beberapa tabung oksigen bekas ditemukan di lokasi. Namun hingga kini belum ditemukan titik pasti sumber api.

Kepala gudang sarana dan prasarana, menurut keterangan yang dihimpun polisi, menyebut tidak terdapat aliran listrik di dalam gudang yang terbakar.

Karena itu, kepolisian menilai pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran harus mendatangkan tim Labfor.” Ujar Kasat Reskrim AKP Ivan Roland Cristofel.

Polisi telah mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi, melakukan olah TKP awal, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi.

Selain itu, polisi juga mencatat area di samping gudang yang terbakar merupakan tempat pembuangan limbah tindakan medis rumah sakit.

Bupati: Aset Harus Didata Ulang

Sehari setelah kebakaran, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis turun langsung meninjau lokasi, Senin (31/8/2026). Hamartoni melihat kondisi dua gudang yang terbakar dan meminta pihak rumah sakit melalui bagian aset segera melakukan pendataan ulang terhadap seluruh barang yang terdampak.

Menurutnya, pemerintah daerah akan menyiapkan regulasi terkait bangunan maupun aset yang terdampak kebakaran.

“Ya, kita ingin lihat langsung apa saja yang terbakar. Alhamdulillah api sudah padam. Insyaallah kita akan siapkan berbagai regulasi terkait gedung-gedung yang terbakar,” ujar Hamartoni.

Meski dua gudang terbakar, Hamartoni memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Ryacudu tetap berjalan normal.

“Alhamdulillah pelayanan kesehatan tetap berjalan, tidak mengganggu sama sekali. Untuk aset kita minta didata kembali apa saja yang terbakar,” katanya.

Direktur: Barang Sudah Tidak Terpakai

Sementara itu, Direktur RSUD Mayjen H.M. Ryacudu Kotabumi, dr. Cholif Paku Alamsyah, mengungkapkan dua gudang yang terbakar merupakan tempat penyimpanan berbagai barang yang sudah tidak terpakai.

Di dalamnya terdapat sejumlah alat kesehatan, tabung, pendingin ruangan atau AC, hingga dokumen pasien yang telah berusia lebih dari 20 tahun.

Cholif mengatakan pihak rumah sakit sebelumnya telah melakukan penataan dan pendataan terhadap barang-barang tersebut.

Bahkan, rumah sakit berencana mengajukan pemusnahan karena sebagian aset dinilai sudah tidak dapat diperbaiki maupun digunakan kembali.

“Kami sudah data dan coba panggil teknisi khusus untuk memperbaiki aset-aset yang ada. Namun sudah tidak bisa diperbaiki dan dipakai. Kami lagi menata satu gudang, sisa satu gudang lagi, tapi malah terkena musibah dan gudang terbakar,” jelas Cholif.

Menurutnya, setelah seluruh barang selesai didata dan ditata, pihak rumah sakit berencana mengajukannya kepada bagian aset untuk proses pemusnahan sesuai ketentuan.

Cholif menegaskan, pihak rumah sakit menyerahkan sepenuhnya penyelidikan penyebab kebakaran kepada kepolisian.

“Semua kita serahkan kepada pihak yang berwajib terkait penyebab kebakaran sendiri,” tegasnya.

Belum Pernah Ada Penghapusan Aset

Fakta lain turut terungkap. RSUD Mayjen H.M. Ryacudu Kotabumi disebut belum pernah melakukan penghapusan aset sejak rumah sakit tersebut berkembang menjadi RSUD pada 1970.

Kondisi itu membuat pendataan menjadi penting untuk memastikan jenis dan jumlah aset yang terdampak kebakaran.

Hingga kini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sejumlah pasien memang sempat dievakuasi saat kebakaran terjadi, namun setelah kondisi dinyatakan aman, pasien kembali ke ruang perawatan dan pelayanan rumah sakit berjalan seperti biasa. Sementara itu, nilai kerugian belum dapat dipastikan.

Polisi masih mempertahankan status quo di lokasi. Pemeriksaan lanjutan, termasuk kemungkinan mendatangkan tim Laboratorium Forensik, diperlukan untuk mengungkap titik awal api sekaligus memastikan apakah kebakaran disebabkan faktor kelistrikan, material tertentu, atau faktor lainnya.

Dengan belum ditemukannya CCTV di sekitar TKP dan adanya keterangan bahwa gudang tidak dialiri listrik, penyebab kebakaran dua gudang RSUD Ryacudu kini masih menjadi tanda tanya yang menunggu jawaban dari hasil investigasi forensik. (Adi/Ridho)

Tas Pancing MUrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.