
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Maut menjemput seorang pengendara sepeda motor di perlintasan kereta api tanpa penjaga, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat (4/9/2026) siang.
Korban, Muhammad Adi Wibowo (26), seorang buruh warga Serbajadi II, Desa Pemanggilan, meninggal dunia setelah sepeda motor Honda Beat BE 3738 FL yang dikendarainya tertemper KA 4124.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 12.02 WIB di perlintasan KM 21+3/4 petak jalan Gedung Ratu – Labuhan Ratu.
Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan penanganan awal, korban saat itu melaju dari arah Desa Natar menuju Desa Serbajadi.
Saat tiba di perlintasan tanpa penjaga, korban diduga sempat melihat kondisi jalur rel ke arah kanan menuju Tanjungkarang. Namun, korban kemudian melanjutkan perjalanan tanpa menyadari KA 4124 datang dari arah Stasiun Labuhan Ratu.
Kereta api disebut telah memberikan tanda peringatan dengan membunyikan semboyan 35. Namun, korban diduga baru menyadari keberadaan kereta ketika jaraknya sudah terlalu dekat.
“Pengendara diduga terkejut saat mengetahui kereta api sudah melintas dan tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar AKP Setyo Budi Howo.
Benturan keras membuat sepeda motor korban rusak parah dan terpental ke sisi kanan jalur rel. Sementara korban mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi, melakukan penanganan awal, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan petugas keamanan kereta api atau Polsuska untuk memastikan rangkaian kejadian.
“Personel telah mendatangi TKP, meminta keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Polsus Kereta Api,” kata Kapolsek.
Sementara itu, KA 4124 yang dikemudikan masinis Berry bersama asisten masinis Ahmad dilaporkan tidak mengalami kerusakan. Jalur kereta api pada petak Labuhan Ratu – Gedung Ratu juga dinyatakan aman dan kembali dapat dilalui.
Tidak ada kerugian material terhadap lokomotif maupun perjalanan kereta api akibat kecelakaan tersebut.
Polisi Ingatkan Pengendara
AKP Setyo Budi Howo mengingatkan masyarakat, khususnya pengendara yang melintasi perlintasan kereta api tanpa penjaga, agar tidak lengah.
Pengendara diminta berhenti sejenak, melihat ke kedua arah, memastikan tidak ada kereta yang melintas, dan mendahulukan perjalanan kereta api sebelum menyeberangi rel.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Pastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas,” imbau AKP Setyo Budi Howo.
Kasus kecelakaan maut tersebut masih dalam penanganan kepolisian bersama instansi terkait. (Gelly/Roy)










