
Tanggamus, Kabarlampung.co — Hujan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (5/9/2026) pagi.
Abu vulkanik mengguyur Pematang Sawa, Kelumbayan dan Cukuh Balak, bahkan masuk ke permukiman warga. Atap rumah, pepohonan, sekolah hingga sejumlah tempat ibadah ikut terdampak.
Kondisi paling terasa di sejumlah pekon di Kecamatan Pematang Sawa. Warga melaporkan hujan abu mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dengan intensitas cukup tebal. Abu bahkan masuk ke dalam rumah warga.
“Sejak tadi pagi bangun tidur sudah ada. Debunya sampai ke dalam rumah, tebal sekali,” ujar Hayati, warga Pekon Tampang Muda, Pematang Sawa.
Di Pekon Karang Brak, abu terlihat menempel pada atap rumah dan pepohonan pisang. Warga juga melaporkan jarak pandang sempat terbatas hingga sekitar 300 meter. Kondisi serupa dirasakan warga Pekon Tirom dan Teluk Brak.
Situasi tersebut langsung direspons BPBD dan jajaran kesehatan Tanggamus. Petugas melakukan pemantauan sekaligus distribusi masker dan menyiapkan obat-obatan bagi warga di wilayah terdampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, yaitu BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman.
Ia juga meminta masyarakat, terutama anak-anak, membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa keluar rumah diminta mengenakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Respons kesehatan juga diperkuat. UPTD Puskesmas Martanda membuka posko darurat melalui bidan desa di Pekon Martanda, Kecamatan Pematang Sawa.
Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, dr. Herry Novrizal, mengatakan petugas kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap masyarakat.
Distribusi masker dilakukan di sejumlah titik. Sebanyak 250 masker dibagikan di Pekon Tirom Jaya, 200 masker di Pekon Way Asahan, 250 masker di Karang Brak, serta masker untuk warga dan lingkungan SD Negeri 1 Martanda.
Masker juga disalurkan di Pekon Kaur Gading sebanyak 300 buah, Tampang Tua 200 buah, dan Tampang Muda 250 buah. Obat-obatan serta vitamin turut disiapkan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Camat Pematang Sawa Edi Yulian memastikan pemantauan terus dilakukan hingga tingkat pekon.
“Ini kami lagi monitor. Dan koordinasi dengan instansi-instansi terkait,” kata Edi.
Pemantauan dilakukan melalui para kepala pekon untuk mengetahui kondisi warga sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Erupsi Berulang
Hujan abu di Tanggamus tak lepas dari meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.
Gunung tersebut mengalami erupsi
berulang sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu dini hari. Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Rioboniek Situmorang, melaporkan aktivitas erupsi masih berlangsung.
Sejumlah erupsi tercatat pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Pada Jumat pagi, erupsi juga terjadi beberapa kali.
Salah satu letusan pada pukul 05.46 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak, atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut, yang bergerak ke arah barat dan barat laut.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Hingga laporan ini dibuat, belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian material akibat hujan abu vulkanik.
BPBD dan pemerintah daerah meminta warga tetap tenang, membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta lembaga berwenang. (Afnan/Puji)








