
Pesisir Barat, Kabarlampung.co – Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menembus wilayah pesisir barat Lampung. Pada Sabtu (5/9/2026), abu dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Pesisir Barat, termasuk Pekon Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, dan menggangu aktivitas warga sekitar.
Warga setempat, Rio, mengatakan abu vulkanik mulai terlihat sejak waktu subuh dan masih dirasakan hingga Sabtu sore. Abu bahkan masuk ke dalam rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Abunya mulai terlihat sejak subuh. Sampai sore masih terasa,” ujar Rio.
Kondisi tersebut membuat warga yang harus beraktivitas di luar rumah mengenakan masker dan kacamata untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Suasana di wilayah Pekon Pemerihan juga tampak seperti mendung. Namun, kondisi tersebut diduga bukan semata akibat cuaca, melainkan kepulan abu vulkanik yang terbawa angin dan menyelimuti kawasan pesisir.
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan tidak hanya dirasakan di Pesisir Barat. Abu vulkanik juga terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus, seperti Pematang Sawa, Kelumbayan dan Cukuh Balak.
Di sejumlah kawasan Pesisir Barat, abu berwarna kehitaman bahkan membuat kawasan pantai tampak seperti berkabut dan mengganggu jarak pandang, wargapun menggunakan masker saat beraktivitas, karena menggangu pernafasan.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih berlangsung. Petugas Pos Pengamatan mencatat rangkaian erupsi sejak Jumat (4/9/2026), termasuk letusan pada pukul 04.11, 04.19, 04.28 dan 05.46 WIB. Pada erupsi pukul 05.46 WIB, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Abu saat itu bergerak ke arah barat dan barat laut.
Erupsi kembali tercatat pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Aktivitas menerus dilaporkan mulai pukul 23.07 WIB, kemudian kembali terekam pada pukul 00.01 WIB.
Badan Geologi juga melaporkan fenomena erupsi menerus Gunung Anak Krakatau pada 5 September 2026. Sementara itu, status gunung api tersebut berada pada Level III atau Siaga. (Portal Layanan Satu Pintu Badan Geologi)
Warga Pesisir Barat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG dan Badan Geologi untuk mengetahui perkembangan terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Hingga Sabtu sore, sebaran abu vulkanik masih dirasakan di sejumlah wilayah Pesisir Barat. Kondisi ini menjadi perhatian karena arah pergerakan abu dapat berubah mengikuti kondisi angin di atmosfer. (Liliana)









