
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, tetap berjalan normal meski abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berdampak di sekitar wilayah pelabuhan.
Sebanyak 28 kapal masih beroperasi melayani lintasan Bakauheni-Merak, Banten. Jumlah perjalanan juga tetap mendekati kondisi normal, dengan hampir 100 trip tercapai.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, memastikan hingga Minggu (6/9/2026) pagi tidak terjadi gangguan signifikan terhadap aktivitas pelayaran.
“Untuk penyeberangannya masih normal, tidak ada gangguan yang signifikan. Paling dampaknya terkait debu saja,” kata Suratno.
Menurutnya, kondisi abu vulkanik di sekitar Bakauheni mulai menipis dibandingkan sehari sebelumnya. Meski demikian, sisa abu masih terlihat dan menempel pada sejumlah permukaan, termasuk kendaraan.
“Kalau pagi ini sudah mulai tipis. Masih ada, tetapi tidak setebal kemarin,” ujarnya.
Suratno juga memastikan jarak pandang masih aman untuk pelayaran Bakauheni-Merak. Kondisi lapangan terus dipantau untuk memastikan keselamatan perjalanan kapal.
“Jarak pandang sejak tadi malam masih aman untuk pelayaran Bakauheni-Merak,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik, seluruh personel yang bertugas di area operasional pelabuhan diwajibkan menggunakan masker.
Sementara itu, berdasarkan laporan Magma Indonesia periode pengamatan Minggu (6/9/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, erupsi menerus Gunung Anak Krakatau dilaporkan berhenti pada pukul 00.04 WIB.
Dalam periode tersebut tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan durasi 30 detik. Aktivitas kegempaan lainnya serta tremor menerus juga masih terpantau.
Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
Meski aktivitas vulkanik masih berlangsung dan potensi sebaran abu terus dipantau, layanan penyeberangan Bakauheni-Merak hingga Minggu pagi tetap beroperasi normal. (Roy/Gelly)









