
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melumpuhkan aktivitas penerbangan di Lampung. Sebaran abu vulkanik memaksa Bandara Radin Inten II ditutup sementara hingga sedikitnya 15 penerbangan dibatalkan dan sekitar 1.150 calon penumpang terdampak.
Penutupan operasional bandara di Lampung Selatan tersebut dilakukan sejak Sabtu malam hingga Minggu sekitar pukul 12.00 WIB. Langkah ini diambil setelah pemeriksaan menunjukkan adanya abu vulkanik di kawasan bandara.
Dampaknya langsung dirasakan penumpang. Mereka yang telah datang dari berbagai daerah di Lampung harus tertahan di terminal tanpa kepastian keberangkatan.
Sebagian penumpang memilih bertahan menunggu perkembangan kondisi penerbangan. Sementara lainnya terpaksa kembali ke daerah asal sambil mengurus reschedule maupun pengembalian dana tiket.
Secara kumulatif, sejak Sabtu malam hingga Minggu siang, terdapat 15 penerbangan yang dibatalkan, dengan jumlah calon penumpang terdampak mencapai sekitar 1.150 orang.
Airport Operation, Services & Security Division Head Bandara Radin Inten II, Endro Hadi Saputra, mengatakan pembukaan kembali penerbangan tidak bisa dilakukan sebelum kondisi bandara dan jalur penerbangan dipastikan aman.
Landasan pacu harus dinyatakan bebas dari abu vulkanik. Selain itu, hasil pemantauan citra satelit juga harus menunjukkan jalur penerbangan, termasuk rute Jakarta-Lampung, terbebas dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Keamanan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum operasional kembali dibuka,” demikian inti penjelasan otoritas bandara.
Di terminal, penumpang yang sudah datang sejak pagi dari berbagai kabupaten di Lampung hanya bisa menunggu kepastian dari pihak maskapai.
Salah seorang calon penumpang asal Tulang Bawang, Restu Nugroho, menjadi salah satu penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.
Gangguan penerbangan ini menambah panjang dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus terjadi di perairan Selat Sunda.
Abu vulkanik dari rangkaian erupsi sejak Jumat malam hingga Sabtu dilaporkan telah menyebar ke sejumlah wilayah Lampung, mulai dari Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus hingga Pesisir Barat.
Erupsi Anak Krakatau kini bukan hanya mengancam kawasan pesisir. Aktivitas gunung api tersebut juga mulai mengganggu mobilitas udara dan perjalanan ribuan warga Lampung. (Gelly/Puji)








