
Lampung Selatan, Kabarlampung.co — Keterbatasan endurance atau ketahanan operasional kapal membuat KP Hayabusa-3008 mengubah sektor pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kapal Patroli (KP) Hayabusa-3008 Ditpolairud Korpolairud Baharkam Polri sebelumnya dijadwalkan menyisir perairan selatan Pulau Panaitan. Namun, faktor teknis operasional membuat pencarian dialihkan ke perairan barat Pulau Rakata hingga sisi barat Pulau Sebesi.
Perubahan sektor ini dilakukan pada hari kelima operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak speed boat yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komandan KP Hayabusa-3008, Ipda Subriana, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi endurance kapal serta kebutuhan operasional selama penyisiran.
“Berdasarkan SAR MAPS dari Basarnas, seharusnya KP Hayabusa-3008 melakukan penyisiran di wilayah perairan Pulau Panaitan bagian selatan. Namun, kami terkendala oleh endurance,” ujar Ipda Subriana saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).
Dengan pertimbangan tersebut, tim kemudian melakukan penyisiran di sekitar perairan barat Pulau Rakata, dengan jarak sekitar 10 nautical mile dari Gunung Anak Krakatau, hingga bergerak menuju perairan barat Pulau Sebesi.
Selain keterbatasan operasional, kondisi cuaca juga menjadi tantangan dalam pencarian. Area penyisiran dilaporkan berawan dan berkabut dengan jarak pandang terbatas.
“Visibilitas sekitar 2 nautical mile, serta ketinggian gelombang ombak berada di kisaran 1 hingga 2 meter,” ungkapnya.
Meski menghadapi kondisi laut dan jarak pandang yang terbatas, seluruh rangkaian penyisiran tetap dilaksanakan dengan aman.
Namun, hingga operasi berakhir pada Sabtu sore, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.
“Seluruh kegiatan operasi pencarian hari ini berjalan lancar. Namun, hingga Sabtu sore hasil penyisiran masih nihil, dan kami terus berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan untuk langkah penyisiran berikutnya,” kata Subriana.
Delapan Orang Masih Dicari
Berdasarkan data Basarnas, speed boat yang hilang kontak tersebut membawa delapan orang.
Tiga di antaranya merupakan awak dan pemandu kapal, yakni Warta (55), selaku kapten, Surakman (60), sebagai ABK, serta Heriyanto (49), yang bertindak sebagai pemandu atau guide.
Sementara lima lainnya merupakan jurnalis lintas media yang berada di lokasi untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Hingga kini, operasi pencarian masih menjadi perhatian Tim SAR Gabungan. Penyisiran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang, sektor operasi, serta kemampuan endurance masing-masing unsur yang dikerahkan.
Operasi pencarian diharapkan dapat segera menemukan titik keberadaan delapan orang tersebut, setelah sebelumnya speed boat dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. (Roy/Puji)









