
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Menjaga keamanan rumah sakit tidak cukup hanya berdiri di pintu masuk. Personel satuan pengamanan (Satpam) dituntut mampu membaca situasi, memberikan pelayanan yang humanis hingga menangani kondisi darurat dan konflik di lingkungan rumah sakit.
Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan pelatihan dan pembinaan personel Satpam RSU Handayani Kotabumi yang digelar manajemen rumah sakit melalui perusahaan outsourcing PT Samudra Abadi Sentosa, bekerja sama dengan Polsek Kotabumi Kota, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RSU Handayani Kotabumi tersebut diikuti sebanyak 14 personel Satpam.
Kapolsek Kotabumi Kota IPTU Syamsudin turut memberikan arahan dan materi secara langsung kepada para personel pengamanan. Pembinaan juga melibatkan anggota Polsek Kotabumi Kota, yakni Aipda Muchlis, Kanit Binmas Polsek Kotabumi Kota, serta Bripka Febrian Jayanti, Bhabinkamtibmas, bersama pihak perusahaan.
Dalam pembinaan tersebut, personel diberikan pemahaman bahwa tugas Satpam di rumah sakit memiliki tantangan tersendiri. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, petugas harus mampu memberikan pelayanan kepada pasien maupun keluarga pasien yang berada dalam kondisi cemas, panik atau emosional.
“Materi pelatihan mencakup kemampuan membaca situasi, mengendalikan kondisi, komunikasi, pelayanan serta penanganan konflik secara persuasif,” Ujar Kapolsek.
Menurut Kapolsek, pendekatan tersebut penting untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi keributan, terutama ketika menghadapi keluarga pasien yang sedang berada dalam tekanan emosional.
“Membuat mereka harus percaya diri dalam melaksanakan tugas, dalam kemampuan yang ditekankan adalah teknik de-eskalasi, yakni upaya meredakan konflik dengan komunikasi dan pendekatan persuasif sebelum menggunakan tindakan fisik, ” Ungkap Kapolsek.
Personel satpam juga diberikan pemahaman mengenai cara menghadapi potensi keributan, pasien atau pengunjung yang agresif, serta kondisi lain yang dapat mengganggu keamanan dan pelayanan rumah sakit.
Selain pengendalian konflik, pelatihan juga menekankan pentingnya pelayanan prima dengan prinsip 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun.
Prinsip tersebut menjadi penting karena Satpam merupakan salah satu petugas yang pertama kali berinteraksi dengan pasien dan keluarga ketika memasuki lingkungan rumah sakit.
Tak Hanya Konflik, Satpam Dibekali Tanggap Darurat
Materi pembinaan juga mencakup mitigasi risiko dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Personel diberikan pemahaman mengenai prosedur evakuasi, jalur penyelamatan, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta koordinasi ketika terjadi bencana atau kebakaran.
Kemampuan pengawasan melalui CCTV dan sistem alarm darurat juga menjadi bagian penting dalam mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Dengan kemampuan tersebut, Satpam diharapkan tidak hanya bertindak setelah terjadi persoalan, tetapi mampu mengenali potensi gangguan sejak awal dan mengambil langkah sesuai prosedur.
Kompetensi Satpam Harus Terus Diasah
Dalam sistem pengamanan profesional, kemampuan personel tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan dasar. Penyegaran atau refreshment secara berkala diperlukan untuk mengevaluasi prosedur kerja sekaligus meningkatkan kemampuan fisik, mental dan komunikasi petugas.
Pelatihan dasar Satpam sendiri mengenal jenjang Gada Pratama sebagai pendidikan dasar bagi calon anggota Satpam. Kompetensi Satpam juga harus mengikuti ketentuan dan standar yang berlaku dalam sistem pengamanan.
Sementara itu, dari pihak PT Samudra Abadi Sentosa, kegiatan pembinaan turut dihadiri pembina lapangan Satriawan serta Koordinator Bela diri Edi Purnomo.
Sebanyak 14 personel Satpam RSU Handayani Kotabumi mengikuti seluruh rangkaian pembinaan tersebut.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas petugas keamanan, sehingga fungsi Satpam di rumah sakit tidak sebatas menjaga akses dan aset, tetapi juga mampu menjadi bagian dari sistem keamanan, keselamatan dan pelayanan pasien. (Ridho/Adi).










