
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lampung Utara. Kondisi ini dikeluhkan para sopir truk yang mengandalkan Solar untuk mengangkut berbagai kebutuhan dan hasil bumi.
Pantauan Kamis, 17 September 2026, antrean kendaraan terlihat sejak dini hari. Sejumlah sopir bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM jenis Solar subsidi.
Nurohman, sopir truk pengangkut sayuran dari Liwa, Lampung Barat, mengaku kerap mengalami panjangnya antrean saat mengisi Solar di sejumlah SPBU Lampung Utara.
“Saya sudah mengantre sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, BBM baru didapat sekitar pukul 07.00 WIB, ” Keluhnya.
Kondisi tersebut membuatnya kerap terlambat mengantarkan sayuran kepada pedagang di Bandarlampung.
Menurutnya, keterlambatan pengiriman bukan sekadar persoalan waktu. Sayuran yang terlalu lama berada di dalam perjalanan berisiko layu bahkan membusuk sehingga membuat dirinya mendapat komplain dari pemilik barang.
Keluhan serupa disampaikan Ardi, sopir truk pengangkut kayu asal Negararatu. Ia mengaku harus menunggu berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan Solar.
Bahkan, antrean yang dijalaninya berlangsung sejak sekitar pukul 00.30 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Meski telah mengantre lama, dirinya mengaku terkadang tetap tidak mendapatkan BBM karena stok di SPBU kosong.
“Kadang-kadang enggak kebagian. SPBU kerap kosong,” Ujarnya.
Di tengah keluhan sopir terkait sulitnya mendapatkan Solar, Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Lampung Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU.
Sedikitnya terdapat 12 SPBU yang menjadi perhatian kepolisian di wilayah Kabupaten Lampung Utara.
Kapolres Lampung Utara Akbp Raswidiati Anggraini mengatakan personel Satreskrim telah melakukan monitoring dan pemantauan terhadap sejumlah SPBU.
“Pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai kuota masing-masing SPBU, ” Tegas Kapolres, saat di komfirmasi Kamis, (17/9/2026).
Kapolres juga menyoroti antrean panjang yang kerap terjadi pada pagi hari.
AKBP Raswidiati Anggraini meminta Unit Tipiter Satreskrim memonitor SPBU yang kerap mengalami antrean panjang guna memastikan tidak ada persoalan dalam distribusi maupun penyaluran Solar subsidi.
Menurutnya, antrean panjang diduga berkaitan dengan pengurangan kuota di sejumlah SPBU. Selain itu, pola pengisian BBM bersubsidi juga dilakukan dengan pengaturan pergantian sif petugas pada pagi, sore maupun malam hari.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan BBM subsidi, mulai dari praktik pengecoran, penimbunan, hingga penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan.
Polisi menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pihak yang terbukti melakukan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Apabila dalam hasil monitoring ditemukan pelanggaran dan terbukti terjadi penyalahgunaan, kepolisian akan mengambil tindakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Ridho/Adi)










