Bermodal Rp1 Miliar, BUMD LSM Mulai Garap Sejumlah Bisnis

oleh
oleh
Direktur Utama BUMD Lampung Selatan Maju, Baiquni Aka Sanjaya.

Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp1 miliar mulai digerakkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lampung Selatan Maju (LSM) untuk mengembangkan sejumlah lini bisnis.

Tak hanya mengandalkan pengelolaan aset, BUMD tersebut mulai membidik sektor penyewaan fasilitas, pengolahan singkong hingga bisnis pangan. Seluruh pengembangan usaha diarahkan untuk menghasilkan pendapatan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung Selatan.

Direktur Utama BUMD Lampung Selatan Maju, Baiquni Aka Sanjaya, mengatakan penyertaan modal Rp1 miliar tersebut akan digunakan secara bertahap untuk mengembangkan usaha yang dinilai memiliki potensi menghasilkan pendapatan bagi perusahaan daerah.

“Jadi salah satu pengembangan yang kami lakukan yakni perbaikan dan penataan fasilitas kamar yang nantinya akan disewakan kepada masyarakat umum. Saat ini terdapat dua ruangan yang masing-masing dilengkapi dua kamar serta fasilitas penunjang lainnya,” kata Baiquni saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).

Fasilitas yang disiapkan cukup lengkap. Mulai dari pendingin ruangan (AC), kulkas, televisi, WiFi, air minum panas dan dingin, sofa, tempat mencuci piring hingga dapur.

Pengelolaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber pemasukan BUMD, sekaligus membuka ruang bagi peningkatan kontribusi terhadap PAD.

Bidik Bisnis Singkong

Tak berhenti pada sektor penyewaan fasilitas, BUMD Lampung Selatan Maju juga mulai masuk ke sektor pengolahan singkong.

Baiquni mengatakan pihaknya telah melakukan pembelian mesin pengolahan singkong. Rencananya, pengembangan usaha ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah desa maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Salah satu wilayah yang menjadi sasaran pengembangan berada di Kecamatan Palas.

Singkong hasil produksi masyarakat nantinya akan diserap untuk menjadi bahan baku pengolahan, termasuk kebutuhan pakan ternak.

Kapasitas yang ditargetkan mencapai sekitar 150 ton singkong mentah.

Dalam pelaksanaannya, BUMD akan menerima dan mengolah singkong sesuai ketentuan yang berlaku serta mengacu pada regulasi pemerintah daerah, termasuk peraturan gubernur yang menjadi dasar pelaksanaannya.

Bidik Sektor Pangan

Selain singkong, BUMD Lampung Selatan Maju juga tengah menjajaki kerja sama dengan Perum Bulog maupun penyedia beras untuk mengembangkan usaha di sektor pangan.

Namun, Baiquni menegaskan bahwa pengembangan bisnis pangan tidak bisa dilakukan sembarangan. Produk yang nantinya dipasarkan harus memenuhi seluruh ketentuan perizinan yang berlaku.

Termasuk izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) apabila produk yang dipasarkan masuk dalam kategori yang mewajibkan perizinan tersebut.

Menurut Baiquni, pengembangan sejumlah lini bisnis itu merupakan bagian dari upaya memastikan penyertaan modal pemerintah daerah tidak berhenti sebagai modal usaha, tetapi mampu menghasilkan manfaat ekonomi.

Ditargetkan Berujung PAD

Dengan modal awal Rp1 miliar, BUMD Lampung Selatan Maju dituntut mampu mengembangkan usaha secara bertahap dan memberikan kontribusi nyata terhadap daerah.

Selain melalui pengembangan bisnis baru, kontribusi terhadap PAD juga telah berjalan dari penerimaan retribusi dan sewa objek yang dikelola BUMD.

Bahkan, penerimaan retribusi di lingkungan Mal Pelayanan Publik (MPP) disebut mengalami peningkatan hingga sekitar 200 persen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang tengah dimanfaatkan BUMD untuk mengoptimalkan aset sekaligus memperluas sumber pendapatan.

Baiquni berharap seluruh lini usaha yang dikembangkan dapat berjalan secara bertahap dan menghasilkan keuntungan yang terukur.

Dengan demikian, keberadaan BUMD Lampung Selatan Maju tidak sekadar menjadi pengelola aset milik daerah, tetapi mampu berkembang sebagai badan usaha yang menghasilkan pendapatan dan pada akhirnya ikut mengerek PAD Kabupaten Lampung Selatan. (Gelly)

Tas Pancing MUrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.