
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Aksi pencurian kembali menghantui warga Kabupaten Lampung Utara. Dua sepeda motor milik Muhadi, warga RT 002/RW 004, Desa Wayperancang, Kecamatan Abung Kunang, raib saat korban bersama istri dan anaknya tengah tertidur di dalam rumah.
Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Muhadi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani harian lepas baru mengetahui kendaraannya hilang sekitar pukul 05.00 WIB, setelah terbangun dari tidur.
Kecurigaan muncul ketika Muhadi mendapati pintu dapur rumah dalam kondisi terbuka. Padahal, sekitar pukul 02.00 WIB, ia mengaku masih berada di dalam rumah bersama keluarganya dan tidak mendengar suara mencurigakan.
“Saya seperti diserep (dibius),” ujar Muhadi saat ditemui pada Selasa (6/10/2026).
Namun, dugaan tersebut masih sebatas keterangan korban dan belum dapat dipastikan sebagai fakta penyebab korban tidak menyadari adanya aksi pencurian.
Dua sepeda motor yang sebelumnya disimpan di area dapur rumah telah hilang. Kendaraan tersebut masing-masing Honda warna hitam-merah dengan nomor polisi BE 8246 WO dan Honda warna silver dengan nomor polisi BE 2489 AHJ.
Dari pemeriksaan awal kondisi rumah, pelaku diduga masuk dengan cara merusak bagian tembok bata merah di sekitar pintu dapur.
Setelah akses terbuka, pelaku diduga membuka kunci dari bagian dalam sebelum membawa keluar kedua sepeda motor tersebut.
Muhadi kemudian melaporkan kejadian itu kepada Polsek Abung Barat. Laporan tersebut tercatat dalam LP/B/33/X/2026/SPKT/POLSEK ABUNG BARAT/POLRES LAMPUNG UTARA/POLDA LAMPUNG, tertanggal 4 Oktober 2026.
Yang membuat warga semakin resah, menurut Muhadi, kasus kehilangan kendaraan di lingkungan tersebut disebut bukan pertama kali terjadi.
Ia menyebut, sebelum dua sepeda motornya hilang, seorang adik iparnya dan warga sekitar juga pernah mengalami kehilangan sepeda motor. Selain itu, warga juga mengeluhkan dugaan pencurian hasil panen sawit maupun tanaman pertanian.
Rangkaian kejadian tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga berharap laporan kehilangan kendaraan tidak berhenti sebatas administrasi, tetapi ditindaklanjuti melalui penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan apakah terdapat keterkaitan dengan kasus-kasus pencurian sebelumnya.
“Saya minta tolong kepada Kapolsek dan Kapolres agar kasus kehilangan dua motor saya ini bisa diungkap dan pelakunya ditangkap,” tegas Muhadi.
Hingga berita ini ditulis, dugaan pelaku maupun rangkaian kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kepastian mengenai cara pelaku masuk, kemungkinan keterkaitan dengan kasus lain, serta identitas pelaku menjadi kewenangan kepolisian berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang ditemukan di lapangan. (Adi)










