
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh PT San Xiong Steel Indonesia kembali mengepung halaman Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin, 6 April 2026. Mereka datang untuk menagih janji pemerintah daerah yang hingga kini tak kunjung ditepati, sekaligus menuntut kepastian nasib upah yang menunggak hampir setahun sejak April 2025.
Ini merupakan aksi kedua setelah mediasi dengan pihak manajemen perusahaan kembali buntu. Para buruh menilai pemerintah daerah hanya memberikan janji tanpa langkah nyata. Kegeraman massa memuncak karena Bupati Lampung Selatan, Egi, disebut tidak menunjukkan tindakan konkret pasca-Idulfitri seperti yang sebelumnya disampaikan kepada buruh.
Kekecewaan semakin membara karena dalam dua kali aksi, bupati tidak pernah muncul menemui langsung massa. Iwan, advokasi buruh, menyebut sikap pemerintah daerah terkesan membiarkan konflik ketenagakerjaan di Kecamatan Katibung berlarut tanpa solusi.
Ia juga membandingkan kepemimpinan saat ini dengan pemerintahan sebelumnya yang dinilai lebih tegas, termasuk berani mengambil langkah penutupan sementara perusahaan apabila hak buruh dan keselamatan kerja diabaikan. Menurutnya, nasib 152 buruh kini seolah digantung tanpa perlindungan nyata dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua SBSX (Serikat Buruh San Xiong Steel), Solihin, menilai pemerintah daerah menunjukkan minim empati terhadap penderitaan pekerja. Ia mempertanyakan sikap pimpinan daerah yang selalu tidak berada di tempat setiap kali buruh datang menyampaikan tuntutan.
Solihin mengungkapkan, setiap aksi buruh selalu berujung alasan bupati sedang dinas luar ke Jakarta, sementara wakil bupati pun tak dapat ditemui.
Kondisi tersebut membuat para pekerja merasa ditinggalkan, padahal mereka tengah berjuang melalui jalur hukum di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang. (Gelly)







