
Bandarlampung, Kabarlampung.co – Video yang memperlihatkan tumpukan sampah usai kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia di kawasan Tugu Adipura, Bandarlampung, viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan publik.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung memastikan petugas kebersihan telah bekerja sejak dini hari dan proses penanganan dilakukan sesuai skema yang telah disiapkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Bandarlampung, Budi Ardianto, menjelaskan bahwa penanganan kebersihan telah dipersiapkan jauh sebelum acara berlangsung melalui Surat Perintah Tugas (SPT) yang membagi personel ke dalam tiga shift operasional.
Skema tersebut dimulai sejak rangkaian Karnaval Mobil Hias, yakni shift pertama hingga pukul 17.00 WIB, shift kedua pukul 17.00–23.00 WIB, dan shift ketiga mulai pukul 23.00 WIB hingga seluruh kawasan dipastikan bersih.
Untuk mendukung pembersihan pasca-nobar, DLH mengerahkan sekitar 50 personel yang terdiri atas Satgas Kali, petugas markas DLH, serta juru sapu dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), di antaranya UPT Enggal, Tanjung Karang Barat, Teluk Betung Selatan, Tanjung Karang Timur, dan UPT lainnya.
Budi menegaskan, video yang ramai beredar di media sosial diambil pada momen ketika ribuan penonton baru meninggalkan lokasi sehingga sampah masih tampak menumpuk. Pada waktu yang sama, petugas kebersihan disebut telah bergerak menuju titik-titik penumpukan sampah untuk melakukan pembersihan.
Menurutnya, dokumentasi internal DLH menunjukkan petugas sudah bekerja sejak dini hari saat kondisi di kawasan Tugu Adipura masih gelap.
Selain menurunkan puluhan personel, DLH juga menyiagakan sarana pendukung berupa tempat sampah di sejumlah titik serta empat armada pengangkut yang terdiri dari dua unit dump truck dan dua unit mobil pick-up untuk mempercepat proses evakuasi sampah.
Proses pembersihan berlangsung hingga seluruh area steril dan arus lalu lintas di kawasan Tugu Adipura kembali dibuka sekitar pukul 06.30 WIB.
DLH juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dalam setiap kegiatan publik dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga memerlukan kesadaran seluruh pengunjung agar lingkungan tetap bersih dan nyaman. (Puji)








