RELIMA Perpusnas RI Perkuat Budaya Literasi SMP Global Madani

oleh
oleh

Bandarlampung, Kabarlampung.co – Budaya literasi di sekolah tak cukup hanya dengan membaca buku atau menulis di atas kertas. Literasi juga menjadi ruang bagi siswa untuk memahami informasi, berdiskusi, berefleksi, mengembangkan imajinasi hingga melahirkan sebuah karya.

Semangat itulah yang dibawa Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kota Bandarlampung dalam kolaborasinya bersama SMP Global Madani Bandarlampung.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui inovasi KLINIK ABI serta pendampingan menulis bagi siswa. Program ini hadir bukan untuk menggantikan kegiatan literasi yang telah berjalan di sekolah, melainkan memperkaya sekaligus memberikan pendekatan baru.

KLINIK ABI merupakan singkatan dari Kelas Literasi Interaktif, Nurani, Inner Growth dan Kebahagiaan: Aku, Buku, & Imajinasi. Pendekatan ini mendorong siswa tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi melanjutkannya dengan memahami isi bacaan, berdiskusi, merefleksikan, berimajinasi hingga menciptakan karya.

SMP Global Madani sendiri telah memiliki budaya literasi yang berjalan cukup lama. Berbagai kegiatan seperti membaca dan menulis telah menjadi bagian dari aktivitas sekolah, termasuk penerbitan buku antologi yang melibatkan guru dan siswa.

Kepala SMP Global Madani, Umi Fathul Anwariyah, menilai pendekatan yang diperkenalkan RELIMA menjadi variasi positif untuk memperkuat kegiatan literasi yang sudah ada.

“Begitu Kak Yoga menjelaskan KLINIK ABI, kami langsung berpikir, wah, ini seru. Apalagi program literasi di SMP Global Madani sebenarnya sudah berjalan cukup lama, termasuk penerbitan buku antologi guru dan siswa. Jadi, kami melihat kolaborasi ini sebagai penguatan dan penyegaran agar sivitas sekolah semakin bersemangat dalam berliterasi,” ujar Fathul.

Menariknya, sebelum diterapkan kepada siswa, pihak sekolah terlebih dahulu meminta RELIMA memberikan pengenalan kepada para guru. Langkah tersebut dilakukan agar metode yang diperkenalkan dapat dipahami dan dikembangkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Pelatihan bagi guru digelar pada 15 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 30 guru SMP Global Madani.

Dalam pelatihan tersebut, para guru diperkenalkan pada pengembangan aktivitas membaca, berdiskusi, menulis, dan berefleksi menjadi sebuah pengalaman belajar yang dapat menghasilkan karya.

Salah satu materi yang diperkenalkan ialah pemanfaatan QRCBN pada buku karya siswa. Penerapan tersebut diharapkan dapat memberikan identitas publikasi sekaligus membantu mendokumentasikan karya yang lahir dari proses pembelajaran.

Fathul mengatakan, metode yang diperoleh guru diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi dapat diterapkan sesuai kebutuhan pembelajaran.

“Insya Allah bermanfaat dan bisa direplikasi para guru dalam pembelajaran di kelas. Kami berharap bukan hanya mendapatkan pengalaman dari satu kegiatan, tetapi guru bisa mengambil metode yang sesuai dan mengembangkannya dalam pembelajaran masing-masing,” katanya.

Setelah penguatan kepada guru, program kemudian berlanjut kepada siswa melalui Pendampingan Menulis Cerita Berbasis Bahan Bacaan.

Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional RI Lokus Kota Bandarlampung, Yoga Pratama, mengatakan kolaborasi dengan sekolah yang telah memiliki budaya literasi justru menjadi kesempatan untuk memperkaya praktik yang sudah berjalan.

“Kadang, keberhasilan program justru ketika kita bisa masuk ke ekosistem yang sudah baik, kemudian ikut menguatkan, memberikan perspektif baru, dan membuat orang-orang di dalamnya menemukan cara lain untuk melakukan hal yang selama ini sudah mereka kerjakan,” kata Yoga.

Pendampingan tersebut dimulai pada 1 September 2026 dan diikuti 24 siswa kelas IX SMP Global Madani. Kegiatan dijadwalkan berlangsung dalam enam kali pertemuan.

Dalam prosesnya, siswa diajak menjadikan buku sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan cerita. Bahan bacaan yang digunakan cukup beragam, mulai dari novel dan komik koleksi pribadi, buku cerita anak dari program Bahan Bacaan Bermutu hibah Perpustakaan Nasional RI, hingga buku digital yang dapat diakses secara gratis.

Setelah membaca, siswa tidak langsung diminta menulis. Mereka terlebih dahulu diajak mendiskusikan buku yang telah diselesaikan.

Siswa didorong untuk menceritakan kembali isi buku, mengungkapkan bagian yang paling disukai, memberikan apresiasi maupun kritik, serta menemukan gagasan baru yang bisa dikembangkan menjadi sebuah cerita.

Menurut Yoga, proses tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan KLINIK ABI.

“Literasi sering berhenti di membaca dan menulis. Padahal proses terpentingnya adalah memahami, berdiskusi, merefleksikan, membayangkan, lalu menciptakan cerita,” jelasnya.

Untuk membangun imajinasi siswa, salah satu pertanyaan yang digunakan dalam pendampingan adalah bagaimana jika cerita yang mereka baca benar-benar terjadi dalam kehidupan sendiri.

Pertanyaan sederhana tersebut menjadi jembatan agar siswa mampu menghubungkan apa yang dibaca dengan pengalaman, lingkungan, pemikiran, serta imajinasi mereka.

Dari proses tersebut, sebanyak 24 siswa ditargetkan menghasilkan karya yang nantinya dihimpun dalam sebuah buku antologi.

Buku tersebut direncanakan diterbitkan dalam format cetak dan digital dengan dukungan Penerbit Pusaka Media, anggota IKAPI Lampung.

Program ini juga mendapat dukungan dari IKAPI Lampung serta sejumlah media pemberitaan di Kota Bandarlampung.

Kolaborasi RELIMA Perpustakaan Nasional RI dan SMP Global Madani tersebut menunjukkan bahwa membangun budaya literasi tidak harus selalu dimulai dari program baru.

Sekolah yang telah memiliki budaya membaca dan menulis dapat terus berkembang dengan menghadirkan pendekatan yang membuat siswa lebih aktif berpikir, berani menyampaikan gagasan, mampu mengolah informasi, serta percaya diri mengubah hasil bacaannya menjadi sebuah karya.

Dengan demikian, buku tidak hanya menjadi sesuatu yang dibaca, tetapi juga menjadi pintu bagi siswa untuk berpikir, berimajinasi dan menciptakan sesuatu yang bernilai. (Rls/Puji)

Tas Pancing MUrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.