Ponpes di Mesuji Dibakar Massa, Isu Cabul Picu Amarah Warga

oleh
oleh
Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid yang berada di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, menjadi sasaran pembakaran dan perusakan oleh warga pada Sabtu malam (9/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Mesuji,  Kabarlampung.co Aksi massa kembali menggemparkan Kabupaten Mesuji. Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid yang berada di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, menjadi sasaran pembakaran dan perusakan oleh warga pada Sabtu malam (9/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Insiden tersebut membuat suasana desa mencekam. Kobaran api melahap sebagian bangunan ponpes, disusul aksi perusakan yang menyebabkan sejumlah fasilitas porak-poranda. Dalam waktu singkat, lokasi berubah menjadi puing dan kepulan asap.

Pemerintah daerah turun langsung meninjau lokasi. Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji, Budiman Jaya, didampingi Camat Mesuji Timur, mendatangi ponpes pada Minggu sore (10/5/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, ponpes tersebut diketahui sudah tidak aktif beroperasi.

Aktivitas belajar mengajar telah berhenti, bahkan para santri disebut sudah dipulangkan sejak sekitar satu tahun terakhir.

Aksi pembakaran diduga dipicu kemarahan warga terhadap pimpinan ponpes berinisial MFS, yang sebelumnya diterpa isu dugaan tindakan tidak pantas terhadap sejumlah santriwati. Isu tersebut memicu gelombang penolakan warga dan desakan agar ponpes ditutup serta pengasuhnya meninggalkan wilayah desa.

Situasi sempat mereda setelah disebut terjadi kesepakatan antara pihak terkait dan masyarakat. Namun ketegangan kembali memanas ketika MFS dilaporkan kembali datang ke area ponpes pada awal bulan Ramadan untuk menemui anak dan cucunya yang tinggal di lingkungan pondok.

Keberadaan MFS di lokasi dinilai warga sebagai bentuk pengingkaran kesepakatan. Hingga Jumat (8/5/2026), MFS disebut masih bertahan di area ponpes. Massa kemudian memberi ultimatum agar yang bersangkutan meninggalkan lokasi sebelum batas waktu yang ditentukan.

Namun, hingga tenggat tersebut berakhir, MFS tidak kunjung pergi. Situasi pun meledak. Massa yang tersulut emosi akhirnya melakukan aksi brutal dengan membakar dan merusak bangunan ponpes.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari membenarkan bahwa pembakaran Ponpes Nurul Jadid dipicu isu dugaan pencabulan. Ia menyebut massa sebelumnya telah memberi waktu kepada pimpinan ponpes untuk meninggalkan lokasi, namun yang bersangkutan masih tetap berada di dalam kawasan pondok.

Akibatnya, warga yang terus memantau keberadaan MFS meluapkan kemarahan dengan melakukan perusakan dan pembakaran.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mesuji AKP M Prenata Al Ghazali membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam.

Polisi juga telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap pelaku lainnya serta memastikan motif dan rangkaian kejadian secara utuh.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat dan pemerintah daerah karena aksi main hakim sendiri dinilai dapat memicu konflik sosial lebih luas bila tidak segera dikendalikan. (Sulis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.