
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Estafet kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kotabumi resmi berganti. Melalui dinamika forum yang berlangsung alot dan penuh ketegangan, Bayu Iswari akhirnya ditetapkan secara aklamasi sebagai Formatur Ketua Umum HMI Cabang Kotabumi periode 2026-2027 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XIX.
Kegiatan bertema Reposisi Kepemimpinan HMI untuk Menciptakan Pemimpin Visioner itu digelar di Sekretariat HMI Cabang Kotabumi.
Proses menuju penetapan ketua baru tidak berjalan mulus. Sidang Pleno II sempat tertunda selama sepekan akibat dinamika internal forum yang cukup sengit.
Penundaan itu menjadi bagian dari proses dialektika dan perkaderan yang kerap mewarnai organisasi hijau-hitam tersebut.
Forum kemudian kembali dilanjutkan pada Senin (11/5/2026) malam hingga berlangsung panas sampai dini hari. Adu argumentasi antarpeserta tak terhindarkan sebelum akhirnya seluruh peserta mencapai mufakat.
Tepat pada Selasa (12/5/2026) pukul 03.00 WIB, pimpinan sidang resmi menetapkan Bayu Iswari sebagai nahkoda baru HMI Cabang Kotabumi.
Dalam pidato perdananya, Bayu Iswari menegaskan bahwa hasil konferensi bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh kader HMI.
“Terpilihnya saya hari ini adalah kemenangan kita semua. Mari kita bahu-membahu untuk belajar, berjuang, dan berjamaah dalam mengarungi satu periode kepengurusan ke depan,” ujar Bayu.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh kader apabila selama proses konferensi terdapat sikap maupun langkah yang menimbulkan kekecewaan.
“Jika ada kekeliruan dalam langkah saya yang membuat hati kawan-kawan kecewa, saya memohon maaf. Mari kita fokus membesarkan organisasi tercinta ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum demisioner, Muhammad Yosep Alipio, menitipkan pesan kepada seluruh kader agar tetap menjaga semangat perjuangan dan persatuan di tengah dinamika organisasi.
“Setiap dinamika dalam evaluasi, proyeksi, maupun suksesi adalah bagian dari proses pendewasaan kader. Dalam menentukan sikap, jangan pernah tanamkan apa pun selain cinta dan perjuangan,” pungkas Yosep. (Ridho)







