
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyatakan komitmennya mendukung penuh Program Desa Sadar Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (ReDam) yang diinisiasi Kementerian HAM RI. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun desa yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Komitmen itu disampaikan dalam audiensi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Lampung di ruang kerja bupati, Kamis (4/6/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Lampung, Basnamara, mengungkapkan Kampung ReDam merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan memperkuat rekonsiliasi, menjaga perdamaian, serta menanamkan nilai-nilai hak asasi manusia di tengah masyarakat.
Dari lima desa yang ditetapkan sebagai pilot project Kampung ReDam di Provinsi Lampung, dua di antaranya berada di Kabupaten Lampung Selatan, yakni Desa Negara Ratu dan Desa Sukadamai, Kecamatan Natar.
“Kami telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang akan menjadi pilot project Kampung ReDam. Program ini merupakan salah satu prioritas Kementerian HAM tahun ini, sehingga kami sangat berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk menyukseskannya,” ujar Basnamara.
Selain Kampung ReDam, Kementerian HAM juga menggulirkan Program Desa Sadar HAM yang berorientasi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap hak asasi manusia sekaligus memperkuat budaya hukum hingga tingkat desa.
Program tersebut menitikberatkan pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, penyuluhan, sandang, pangan, hingga pelayanan publik yang adil, inklusif, dan bebas diskriminasi.
Basnamara menambahkan, dari 10 desa yang ditetapkan sebagai pilot project Desa Sadar HAM di Provinsi Lampung, Desa Bumi Restu di Kecamatan Palas menjadi wakil Kabupaten Lampung Selatan.
Menanggapi hal itu, Bupati Radityo Egi Pratama menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, Program Desa Sadar HAM dan Kampung ReDam sejalan dengan Program Desa Helau yang menjadi salah satu program unggulan Pemkab Lampung Selatan.
“Program ini sangat selaras dengan Program Desa Helau yang kami miliki. Helau memiliki beberapa indikator, yaitu Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul. Pada dasarnya, nilai-nilai HAM dapat melekat pada indikator Aman sehingga sangat memungkinkan untuk disinkronisasikan dengan program dari Kementerian HAM,” kata Egi.
Egi menegaskan Pemkab Lampung Selatan siap membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar Program Desa Helau, Desa Sadar HAM, dan Kampung ReDam dapat berjalan terpadu serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Secara prinsip kami sangat terbuka dan siap berkolaborasi. Kami berharap Program Desa Helau, Kampung ReDam, dan Desa Sadar HAM dapat berjalan beriringan, saling menguatkan, dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Lampung Selatan,” tegasnya. (Gelly)










