
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite mulai dirasakan para pengendara di Kabupaten Lampung Utara. Kondisi ini terpantau di sejumlah SPBU di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di wilayah Simpang Propau, Desa Bandar Kagungan Raya, serta SPBU Kembang Tanjung, Desa Bumi Raya, Kecamatan Abung Selatan, Minggu (14/6/2026).
Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular hingga ratusan meter. Bahkan, panjang antrean diperkirakan mencapai sekitar 800 meter dan meluber ke badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Para sopir mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan karena berdampak pada keterlambatan distribusi barang maupun aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Sejumlah pengemudi seperti Frank, Jarot, Riko, dan Ahmad mengungkapkan bahwa antrean panjang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Mereka bahkan rela datang sejak pukul 03.00 WIB untuk mendapatkan nomor antrean. Namun hingga pagi hari, kendaraan masih harus menunggu pasokan BBM tiba di SPBU.
Menurut mereka, keterlambatan pengiriman BBM ke SPBU diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean panjang. Akibatnya, banyak sopir mengalami keterlambatan dalam mengantar barang dan kerap mendapat keluhan dari perusahaan maupun pelanggan.
Kelangkaan Solar dan Pertalite ini terjadi di tengah perhatian publik terhadap penyesuaian harga sejumlah BBM non-subsidi. Meski Solar subsidi dan Pertalite tidak mengalami kenaikan harga, masyarakat berharap distribusi BBM dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan bahan bakar tidak terganggu.
Para pengendara berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan tersebut. Mereka juga meminta operasional SPBU diperpanjang atau dibuka selama 24 jam agar antrean panjang dapat terurai dan aktivitas transportasi tidak terganggu.
Dari pantauan di lapangan, antrean kendaraan masih terlihat memenuhi area SPBU hingga siang hari, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi di wilayah Lampung Utara. (Vijai)










