
Mesuji, Kabarlampung.co – Nasib tragis menimpa seekor Tapir Malaya yang sebelumnya viral setelah berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera, kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji. Satwa langka yang dilindungi negara itu ditemukan tewas setelah diduga disembelih oleh sejumlah warga.
Peristiwa tersebut memicu kecaman luas karena tapir merupakan satwa liar yang populasinya terus menurun dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Video kemunculan tapir di badan jalan sempat beredar di media sosial pada Kamis (2/7/2026). Namun, hanya berselang beberapa jam, beredar rekaman lain yang memperlihatkan satwa tersebut telah mati setelah diduga menjadi sasaran aksi brutal sekelompok orang.
Kapolres Muhammad Firdaus membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa itu. Tim Tekab 308 diterjunkan untuk melakukan penyelidikan sekaligus memburu para pelaku.
Menurutnya, proses pengungkapan kasus masih berlangsung dan polisi meminta masyarakat menunggu perkembangan penyelidikan.
Sementara itu, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu-Lampung menyatakan telah bergerak sejak menerima laporan awal mengenai keberadaan tapir tersebut.
Petugas SKW III Lampung, M. Husen, menjelaskan laporan pertama diterima dari mitra BKSDA serta personel Dinas Pemadam Kebakaran yang ikut melakukan pemantauan di lokasi. Tim sempat berupaya memantau dan mengevakuasi satwa tersebut, namun sebelum proses penyelamatan berhasil dilakukan, mereka justru menerima video yang
<span;>memperlihatkan tapir telah disembelih.
Berdasarkan video yang beredar, tapir awalnya terlihat berjalan di badan jalan sebelum dikejar oleh sejumlah warga. Tak lama kemudian, satwa dilindungi itu diduga dibunuh hingga akhirnya mati.
BKSDA memastikan kasus tersebut akan diproses melalui jalur hukum. Koordinasi dengan Polres Mesuji telah dilakukan, termasuk penyerahan dokumentasi dan rekaman video sebagai barang bukti awal untuk mengungkap identitas para pelaku.
Hingga Kamis malam, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi dan menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembunuhan satwa dilindungi tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana terhadap satwa yang dilindungi, tetapi juga menjadi pengingat masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian satwa liar yang terancam punah. (Adi/Sulistiyo)










