Hari Keempat, Korban Jatuh KMP Batumandi Belum Ditemukan

oleh
oleh

Lampung Selatan, Kabarlampung.co Harapan menemukan Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19) masih belum membuahkan hasil. Memasuki hari keempat operasi pencarian, Tim SAR Gabungan terus berpacu dengan waktu menyisir perairan Selat Sunda setelah penumpang KMP Batumandi itu dilaporkan terjatuh di sekitar Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan.

Operasi pencarian diperluas secara signifikan menyusul belum adanya tanda-tanda keberadaan korban. Basarnas bersama unsur SAR gabungan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 untuk menyisir jalur yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban akibat kuatnya arus laut.

Pada hari kedua pencarian, penyisiran masih difokuskan di sekitar lokasi korban diduga terjatuh. Namun hingga operasi dihentikan pada Jumat (10/7) sore, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Memasuki hari ketiga, Sabtu (11/7), tim memperluas area pencarian hingga Tanjung Tua sejauh sekitar delapan mil laut dari titik awal kejadian. Penyisiran kemudian dilanjutkan ke perairan Pulau Sebesi dengan jangkauan 10 hingga 12 mil laut, termasuk menyisir kawasan di sekeliling pulau dalam radius satu mil laut.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi operasi di lapangan serta analisis pergerakan arus laut yang diperkirakan membawa korban menjauh dari lokasi awal.

Menurutnya, seluruh personel SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian dengan pola penyisiran yang disesuaikan dengan prediksi hanyut korban. Meski cuaca selama operasi relatif cerah, arus bawah laut yang cukup kuat menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Korban diketahui bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), warga Perum Mutiara Citra Asri Blok D24, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Hingga Minggu Siang (12/7/2026),  korban masih belum ditemukan. Berharapan cuaca mendukung dan perluasan area pencarian dapat memperbesar peluang menemukan korban.

Basarnas juga mengimbau nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda agar segera melapor melalui tim SAR gabungan atau Call Center 115 apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban. (Roy/Puji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.