
Lampung Timur, Kabarlampung.co – Harapan keluarga untuk menemukan Andre Saputra (20) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Pemuda asal Desa Enggal Mulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, itu ditemukan meninggal dunia setelah dua hari hilang akibat motornya tercebur ke Saluran Irigasi Batanghari, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur.
Peristiwa nahas itu bermula pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu Andre bersama rombongannya dalam perjalanan pulang menuju Kota Metro dari arah Sekampung. Ketika melintasi ruas jalan di dekat saluran irigasi, korban diduga tidak menyadari adanya tikungan hingga kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya.
Sepeda motor korban terjun ke Saluran Irigasi Batanghari yang memiliki arus cukup deras. Andre diduga terseret arus, sementara rekan-rekannya tidak berhasil menyelamatkannya.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pada pukul 23.46 WIB dari Polsek Batanghari. Tim Rescue Basarnas langsung diberangkatkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 01.15 WIB untuk bergabung dengan unsur SAR gabungan.
Pencarian dilakukan sejak dini hari dengan menyisir aliran irigasi di sekitar lokasi korban diduga terjatuh. Namun derasnya arus dan minimnya jarak pandang membuat upaya pencarian pada malam pertama belum membuahkan hasil, sehingga operasi dilanjutkan keesokan harinya.
Setelah penyisiran intensif selama dua hari, Andre akhirnya ditemukan pada Sabtu (26/7/2026) pukul 19.41 WIB. Korban ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia sekitar 644 meter dari titik awal kejadian.
Wadantim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, Zamu Haradin, mengatakan korban ditemukan di koordinat 5°08’19” LS – 105°22’53” BT dan langsung dievakuasi ke daratan.
“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi dari lokasi penemuan,” ujar Zamu, Senin (27/7/2026).
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Desa Enggal Mulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama tujuh hari resmi ditutup.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja maksimal. Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tambah Zamu.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Lampung, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Lampung Timur, BPBD Kota Metro, Tagana, keluarga korban, dan masyarakat. Meski dihadapkan pada derasnya arus saluran irigasi, sinergi seluruh unsur akhirnya berhasil menemukan korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian. ( Sonny/Adi)










