
Tulang Bawang, Kabarlampung.co – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Tulang Bawang mulai memicu ancaman serius bagi sektor pertanian. Sedikitnya 30 hektare tanaman padi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Rawa Pitu, terancam gagal panen akibat kekeringan yang diperparah serangan hama tikus dan wereng.
Hampir dua bulan tanpa hujan membuat saluran irigasi primer yang menjadi sumber utama pengairan sawah mengering total. Kondisi itu menyebabkan tanaman padi kekurangan air, sementara serangan hama merusak batang dan daun sehingga memperbesar risiko puso.
Ironisnya, ancaman gagal panen terjadi saat harga gabah sedang tinggi. Kesempatan petani memperoleh keuntungan berubah menjadi ancaman kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah apabila tanaman tidak dapat diselamatkan.
Anggota Kelompok Tani Desa Sumber Agung, Agus Solihin, mengatakan hingga kini belum ada pasokan air maupun bantuan pengendalian hama dari pemerintah. Petani terpaksa membeli racun dan obat-obatan secara mandiri untuk menekan serangan tikus dan wereng, meski hasilnya belum maksimal.
“Kami khawatir petani tidak bisa panen sama sekali. Air belum masuk, sementara hama terus merusak tanaman. Obat tikus juga kami beli sendiri karena belum ada bantuan dari pemerintah,” ujar Agus, Jumat (7/8/2026).
Para petani kini berharap Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang segera turun tangan dengan menyediakan bantuan pompa air untuk mengatasi kekeringan serta bantuan pengendalian hama. Langkah cepat dinilai menjadi kunci menyelamatkan sisa tanaman agar petani tidak kehilangan seluruh hasil dan modal tanamnya.(*)








