
Lampung Tengah, Kabarlampung.co – Konflik agraria berkepanjangan antara warga dan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Kampung Aji Tuha, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, akhirnya meledak. Aksi massa berujung pada perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas milik perusahaan.
Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan mengungkapkan, kerusuhan dipicu aktivitas pemanenan kelapa sawit oleh pihak perusahaan yang dinilai warga dilakukan tanpa persetujuan mereka.
“Persoalan ini sebenarnya sudah lama. Kenapa tiba-tiba meningkat secara spontanitas, masyarakat menilai perusahaan melakukan panen sawit tanpa seizin masyarakat,” kata Charles, Kamis (13/8/2026).
Menurut Charles, akar persoalan berada pada sengketa klaim kepemilikan dan penguasaan lahan. PT BSA disebut memiliki legalitas pengolahan lahan dari pemerintah. Namun, masyarakat setempat tetap mengklaim wilayah tersebut sebagai tanah ulayat adat yang belum pernah diperjualbelikan maupun dikerjasamakan.
“Masyarakat tidak terima dan mengklaim persoalan ini belum selesai. Perusahaan memiliki legalitas pengolahan lahan, sedangkan masyarakat mengklaim itu tanah ulayat yang belum pernah dijual atau dikerjasamakan,” ujarnya.
Ketegangan yang sebelumnya berlangsung dalam konflik berkepanjangan kemudian berubah menjadi aksi massa. Sejumlah fasilitas perusahaan menjadi sasaran amukan hingga mengalami kerusakan dan terbakar.
Berdasarkan pendataan awal kepolisian, sedikitnya delapan bangunan milik PT BSA terdampak. Fasilitas tersebut antara lain mess karyawan, kantor operasional, gudang logistik, serta bangunan penyimpanan oli dan hasil panen kelapa sawit.
Polres Lampung Tengah kini masih menyiagakan personel di lokasi untuk mengantisipasi aksi susulan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
Selain pengamanan, polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan.
Kasus tersebut menjadi babak baru konflik agraria antara warga dan perusahaan yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. (Puji)








