
Lampung Utara, Kabarlampung.co – Suasana Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kalianda mendadak riuh. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diisi dengan beragam perlombaan khas Agustusan yang mempertemukan pejabat, pegawai hingga tenaga honorer dalam satu arena penuh tawa dan kekompakan.
Bukan sekadar berebut hadiah, perlombaan menjadi ruang untuk mencairkan suasana sekaligus memperkuat soliditas internal. Halaman kantor dipenuhi sorak-sorai saat peserta beradu cepat, keseimbangan hingga kreativitas dalam berbagai permainan.
Plh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kalianda, Aurizal Wiendyartha Hakim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat kebersamaan keluarga besar Imigrasi Kalianda.
“Perlombaan 17-an ini bukan sekadar untuk mencari juara, melainkan untuk menanamkan semangat juang, kebersamaan, dan kekompakan di antara seluruh keluarga besar Kantor Imigrasi Kalianda. Di tengah kesibukan pelayanan, kita sejenak melepas penat dan bersuka cita merayakan hari kemerdekaan,” ujar Aurizal.
Beragam lomba tradisional menjadi magnet utama. Lomba makan kerupuk memancing gelak tawa ketika peserta berusaha menghabiskan kerupuk tanpa bantuan tangan. Aksi semakin seru dalam balap karung, ketika peserta harus berpacu menuju garis akhir sambil menjaga keseimbangan. Permainan memasukkan pensil ke botol dan estafet kelereng tak kalah menegangkan.
Peserta dituntut memiliki konsentrasi, ketelitian dan keseimbangan, sekaligus mengandalkan kekompakan tim agar mampu menjadi pemenang.
Suasana semakin pecah dalam lomba tebak kata. Peserta harus menerjemahkan kata melalui gerakan tubuh tanpa suara, memunculkan berbagai aksi spontan yang mengundang tawa peserta lainnya.
Puncak keceriaan terlihat saat lomba merias wajah dengan mata tertutup. Peserta harus merias wajah rekannya tanpa melihat hasilnya. Hasil riasan yang tak sesuai harapan justru menjadi hiburan dan membuat suasana semakin meriah.
Bagi jajaran Imigrasi Kalianda, momentum HUT RI menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Di tengah padatnya pelayanan kepada masyarakat, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melepas penat, membangun komunikasi dan memperkuat rasa kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dan foto bersama. Keceriaan yang tercipta menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat dari lingkungan kerja melalui kekompakan, gotong royong dan kebersamaan. ( Gelly)










