
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Sebanyak 11 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengeluhkan mual, muntah, dan sakit perut usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (17/9/2026) siang.
Dari belasan siswa tersebut, satu siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Ketapang, sementara siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Peristiwa itu terjadi setelah sekitar 80 siswa MI Ma’arif menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang.
Menu yang disantap para siswa terdiri dari nasi, sayur, dan udang.
Namun, setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan kesehatan berupa mual, muntah hingga sakit perut.
Sebanyak 11 siswa kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan secara bertahap. Empat siswa dibawa terlebih dahulu, kemudian disusul empat siswa lainnya, dan terakhir tiga siswa.
Kepala MI Ma’arif, Khoirudin, mengatakan keluhan yang dialami siswa didominasi oleh siswi.
” Sejumlah siswa yang sempat mengalami muntah telah mendapat penanganan dan diperbolehkan pulang. Namun, satu siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Ketapang, ” Ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ketapang, dr. Sutji Mendrofa, membenarkan adanya siswa yang datang dengan keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG di sekolah tersebut.
“Petugas medis langsung memberikan penanganan awal terhadap para siswa. Sebagian di antaranya kemudian diperbolehkan menjalani pemulihan di rumah dengan tetap dalam pemantauan pihak puskesmas, ” Katanya.
Sedangkan satu siswa masih menjalani perawatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Untuk memastikan penyebab keluhan tersebut, petugas Puskesmas Ketapang juga telah mengambil sampel makanan dan air dari SPPG Desa Pematang Pasir.
Sampel tersebut selanjutnya dikirim ke tingkat kabupaten untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Hingga kini, penyebab pasti mual, muntah, dan sakit perut yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air.
Kejadian tersebut sekaligus menjadi perhatian dalam pelaksanaan program MBG, khususnya terkait proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga memastikan makanan yang diterima siswa aman dikonsumsi.
Saat media mencoba meminta konfirmasi terkait kejadian tersebut, kepala SPPG dan pengawas disebut tidak berada di lokasi.
Di lokasi, petugas Puskesmas Ketapang terlihat melakukan pemeriksaan ke area dapur SPPG Desa Pematang Pasir.
Hasil pemeriksaan dan uji laboratorium nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa setelah mengonsumsi menu MBG tersebut. (Roy)









