
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Pengadaan proyek konstruksi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan senilai lebih dari Rp206 miliar mulai dikebut. Hingga September 2026, sebanyak 101 paket pekerjaan konstruksi yang bersumber dari APBD murni 2026 telah masuk proses tender melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Total pagu anggaran 101 paket tersebut mencapai Rp 206.965.127.018.
Namun, proses pengadaan tahun ini sempat mengalami keterlambatan. ULP Lampung Selatan menyebut perubahan atau eskalasi harga satuan yang berlangsung cepat menjadi salah satu faktor yang membuat proses tender belum dapat segera dijalankan.
Kepala Bagian ULP Pemkab Lampung Selatan, Gunawan Juarsyah, mengatakan penyesuaian harga satuan harus dilakukan terlebih dahulu sebelum paket dapat diproses.
“Memang agak terlambat pengadaan lelang karena eskalasi harga satuan berubah terlalu cepat, jadi setelah bisa disesuaikan mulai bisa berproses,” ujar Gunawan.
Dari total 101 paket yang telah ditender, Dinas PUPR menjadi instansi dengan porsi terbesar, yakni 75 paket dengan total nilai mencapai Rp189,116 miliar.
Sementara RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM memiliki tiga paket dengan nilai Rp7,619 miliar. Sedangkan Dinas Pendidikan memiliki 23 paket dengan total nilai Rp10,230 miliar.
Tak berhenti pada APBD murni, ULP Lampung Selatan kini juga mulai memproses paket yang bersumber dari APBD Perubahan (APBD-P) 2026.
Percepatan dilakukan agar paket yang telah melalui proses tender tidak kembali tertahan dan dapat segera masuk ke tahap pelaksanaan pekerjaan.
ULP memastikan seluruh proses pengadaan tetap dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk pemenuhan persyaratan dan tahapan yang berlaku.
Dengan waktu pelaksanaan anggaran yang semakin terbatas, penyelesaian seluruh paket menjadi perhatian penting agar pekerjaan tidak hanya selesai dalam proses tender, tetapi juga dapat direalisasikan di lapangan.
Gunawan berharap seluruh paket yang telah dianggarkan dapat terealisasi sebelum tutup tahun anggaran.
“Harapannya terserap semua pada akhir tahun,” kata Gunawan.
Tender 101 paket konstruksi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan mengejar realisasi pembangunan 2026. Tantangannya kini bukan hanya menyelesaikan proses pengadaan, tetapi memastikan proyek yang telah ditender benar-benar bergerak ke tahap pekerjaan dan memberi dampak bagi masyarakat. (Gelly)










