
Pesawaran, Kabarlampung.co – Tiga desa di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, menjadi sasaran Operasi Sarang Narkoba Polda Lampung. Dalam penggerebekan serentak yang melibatkan 401 personel gabungan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, mulai dari sabu, alat hisap, timbangan digital hingga senjata tajam.
Operasi yang digelar Sabtu (7/11/2026) pagi itu menyasar Desa Kejadian, Desa Gunung Sugih Baru, dan Desa Negara Ratu Wates. Petugas menyisir sejumlah rumah, kontrakan, gubuk hingga kandang ayam yang diduga menjadi lokasi penyimpanan dan penyalahgunaan narkoba.
Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Operasi ini merupakan bagian dari program pemberantasan narkotika yang menjadi salah satu prioritas kerja Kapolri.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan penindakan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai satuan kepolisian serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung.
“Penindakan dilakukan di Desa Kejadian, Desa Gunung Sugih Baru, dan Desa Negara Ratu Wates, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran,” kata Yuni, Minggu (8/11/2026).
401 Personel Sisir Tiga Desa
Sebanyak 401 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Kekuatan ini melibatkan Ditresnarkoba, Ditintelkam, Resmob, Dit Samapta, Ditlantas, Satbrimob, Ditbinmas, Bid Propam, Bid Dokkes, Bid Humas, Polres Pesawaran, Polresta Bandar Lampung, tim Polwan hingga BNNP Lampung.
Sebelum bergerak, seluruh personel mengikuti apel gabungan di Mapolsek Natar. Setelah itu, tim dibagi untuk menyisir sejumlah titik yang telah menjadi sasaran operasi.
Hasilnya, petugas menemukan sejumlah lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkotika.
Enam Pelajar Diamankan, Hasil Urine Negatif
Dalam operasi tersebut, polisi turut mengamankan enam remaja yang berada di sekitar lokasi penggerebekan.
Mereka masing-masing berinisial BP (17), RM (17), AR (14), MDE (15), RD (17), dan AAS (14). Seluruhnya diketahui masih berstatus pelajar dan berasal dari Kecamatan Tegineneng.
Keenam remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Natar untuk menjalani pemeriksaan dan tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya negatif narkotika.
Yuni menegaskan, pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari prosedur penindakan di lapangan.
Sabu Ditemukan Di Kandang Ayam Dan Gubuk
Temuan barang bukti menjadi salah satu sorotan dalam operasi tersebut. Di sebuah kandang ayam, petugas menemukan tiga alat hisap sabu dan satu plastik klip berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu.
Sementara di sebuah gubuk yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkotika, polisi menemukan timbangan digital, sejumlah plastik klip kosong, alat hisap, pipet dan perlengkapan lainnya.
Penyisiran berlanjut ke sejumlah rumah kontrakan. Di lokasi tersebut, petugas menemukan bong, kaca pirek, plastik klip bekas pakai serta perlengkapan yang diduga berkaitan dengan konsumsi narkotika.
Bahkan, di salah satu rumah, polisi menemukan empat bong dan satu plastik klip bekas pakai.
Pedang, Badik Hingga Selongsong Peluru Disita
Tak hanya barang yang diduga berkaitan dengan narkoba, petugas juga menemukan sejumlah benda berbahaya di beberapa lokasi.
Di antaranya pedang dan golok di salah satu rumah. Sementara di lokasi lainnya ditemukan celurit, dua badik, serta senjata api berbentuk korek.
Polisi juga menemukan satu selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter. Selain itu, sejumlah telepon seluler, laptop, buku catatan, timbangan digital dan plastik klip turut ditemukan dalam penyisiran tersebut.
Yuni mengatakan seluruh barang bukti masih dalam proses pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana narkotika.
“Barang bukti yang ditemukan selanjutnya dilakukan pemeriksaan untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana narkotika,” ujarnya.
Operasi Sarang Narkoba ini menjadi bagian dari upaya Polda Lampung memetakan sekaligus menindak lokasi yang diduga menjadi titik peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Meski demikian, temuan barang bukti dan pengamanan enam remaja tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan jaringan peredaran narkoba di wilayah Tegineneng. (Nanang)










