
Lampung Timur, Kabarlampung.co – Setelah empat hari berjibaku dengan ombak dan cuaca buruk, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan satu korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Arof di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (17/6/2026).
Korban diketahui bernama Suarna (45), anak buah kapal (ABK) asal Cirebon, Jawa Barat. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang bersama nahkoda kapal saat insiden nahas tersebut terjadi.
Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB setelah adanya laporan nelayan yang melihat sesosok mayat terdampar di bibir Pantai Way Kambas.
“Begitu menerima informasi dari nelayan, Tim SAR Gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan verifikasi. Setelah dipastikan identitasnya, korban segera dievakuasi ke Puskesmas Labuhan Maringgai untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Rezie.
Korban ditemukan sekitar lima mil laut dari titik lokasi kecelakaan kapal. Penemuan tersebut menjadi hasil pertama dari operasi pencarian yang telah memasuki hari keempat.
Sejak pagi, Tim SAR Gabungan membagi pencarian ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 milik Kantor SAR Lampung serta satu unit perahu nelayan. Area pencarian diperluas untuk memperbesar peluang menemukan para korban.
Namun upaya pencarian tidak berjalan mudah. Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi sempat memaksa tim menghentikan operasi di tengah hari demi keselamatan personel. Pemantauan kemudian dilakukan dari Pos Polairud Lampung Timur hingga kondisi perairan kembali memungkinkan.
Hingga pukul 17.00 WIB, Tim SAR Gabungan tercatat telah menyisir area pencarian seluas sekitar 50 mil laut. Dari dua korban yang masih dicari, satu korban berhasil ditemukan, sementara Tarno (50), nahkoda KM Arof asal Cirebon, hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Sebelumnya, pada hari ketiga pencarian, tim telah menyisir perairan hingga radius sekitar 55 mil laut serta berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) Panjang dan VTS Merak. Meski berbagai upaya dilakukan, korban belum berhasil ditemukan saat itu.
Operasi SAR melibatkan unsur Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, HNSI, Puskesmas Labuhan Maringgai, keluarga korban, serta nelayan setempat.
“Pencarian terhadap satu korban yang masih hilang akan kembali dilanjutkan pada Kamis pagi. Kami berharap korban segera ditemukan,” tutup Rezie. (Puji/Sonny)








