Jembatan Tua Dibiarkan Rapuh, Tali Putus Saat Dilintasi: Mobil Boks Terjun ke Sungai di Lampung Tengah

oleh
oleh
Para warga berkerumun melihat kondisi tali seling jembatan gantung penghubung Kecamatan Way Pengubuan dan Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, mendadak putus, Sabtu sore (17/01/2026).

Lampung Tengah, Kabarlampung.co Kondisi infrastruktur yang dibiarkan menua tanpa perbaikan kembali memakan korban. Sebuah mobil boks bermuatan kerupuk tercebur ke sungai setelah tali seling jembatan gantung penghubung Kecamatan Way Pengubuan dan Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, mendadak putus, Sabtu sore (17/01/2025)

Jembatan gantung yang sudah rusak berat dan dinilai tak lagi layak pakai itu ambruk sebagian saat dilintasi kendaraan roda empat. Akibatnya, mobil boks yang melaju dari arah Kecamatan Seputih Agung menuju Way Pengubuan langsung terjun ke sungai.

Beruntung, sopir mobil berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini sontak menggegerkan warga dan memicu kekhawatiran serius akan keselamatan pengguna jembatan.

Warga setempat secara gotong royong berupaya melakukan evakuasi darurat, mengikat badan kendaraan agar tidak terlihat arus sungai. Sementara itu, jembatan kini tidak dapat digunakan sama sekali, memutus akses utama dua kecamatan.

Kepala Kampung Tanjung Ratu, Samsuri, menegaskan bahwa jembatan gantung tersebut memiliki fungsi vital bagi masyarakat, terutama sebagai jalur harian warga untuk bekerja serta akses anak-anak sekolah.

“Jembatan ini sangat penting. Setiap hari dilintasi warga, termasuk anak sekolah. Tapi kondisinya memang sudah lama rusak dan sangat memprihatinkan,” kata Samsuri.

Samsuri mengungkapkan, jembatan gantung itu dibangun sekitar tahun 1973 oleh Proyek Transmigrasi Angkatan Darat dan hingga kini belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh, meski usianya sudah puluhan tahun.

Menurutnya, kerusakan telah terjadi sejak lama dan sudah berulang kali dikeluhkan warga. Namun, belum ada langkah konkret dari pemerintah hingga akhirnya insiden ini terjadi.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan, memperbaiki atau membangun ulang jembatan ini. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa,” tegasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras soal lemahnya pengawasan dan perawatan infrastruktur publik, khususnya di wilayah pedesaan. Warga kini terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, sembari menanti kepastian dari pemerintah daerah.(*)