
Lampung Selatan, Kabarlampung.co – Kondisi jalan penghubung Desa Tanjung Baru menuju Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, kembali menjadi sorotan. Jalan yang disebut warga telah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah itu bahkan membuat mobil dinas Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama sempat kesulitan dan terpeleset saat melintas, Sabtu, (8/8/2026).
Momen tersebut menjadi tamparan nyata atas kondisi infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Bukan sekadar jalan berlubang, sebagian badan jalan kini hanya menyisakan kerikil dan pasir setelah lapisan aspal lama terkelupas.
Dalam video yang beredar di media sosial, akun TikTok Anissa Lestari dan Yuan merekam kedatangan Bupati Radityo Egi Pratama ke lokasi.
“Kita kedatangan Pak Bupati, biar Pak Bupati lihat kondisi jalan kita ini. Hancur sekali, Masya Allah. Tolong diperhatikan Pak Egi,” ujar Anissa dalam video tersebut.
Ia bahkan menegaskan, kondisi yang dirasakan Bupati saat melintasi jalan itu merupakan gambaran yang sudah dirasakan warga selama bertahun-tahun. “Apa yang Bapak rasakan hari ini, itu yang warga sini rasakan belasan tahun,” katanya.
Mobil Bupati Ikut Merasakan Jalan Rusak
Bupati Egi terlihat menggunakan Toyota Innova Zenix hitam dengan nomor polisi BE 1 D saat melewati ruas jalan yang kondisinya memprihatinkan tersebut.
Perjalanan tidak berjalan mulus. Mobil dinas orang nomor satu di Lampung Selatan itu harus berjibaku melewati jalan yang permukaannya dipenuhi batu kerikil dan pasir.
Ajudan serta anggota Satpol PP bahkan terlihat membantu mengarahkan pengemudi saat kendaraan berusaha melewati bagian jalan yang menanjak. Mobil tersebut disebut sempat terpeleset beberapa kali ketika melintasi ruas jalan tersebut.
Kondisi itu memperlihatkan betapa sulitnya akses yang setiap hari harus dilalui masyarakat. Warga yang berada di lokasi pun langsung menyampaikan keluhan kepada Bupati.
“Warga menyebut, jalan ini sudah hancur dari 2009, Pak. Tolong diperbaiki, ya Pak,” demikian keluhan warga yang terekam dalam video.
Sejumlah emak-emak di lokasi juga menyebut perbaikan terakhir jalan tersebut dilakukan sekitar 2007 atau 2009. Jika informasi tersebut benar, berarti masyarakat telah menghadapi persoalan jalan rusak ini selama belasan tahun tanpa perbaikan menyeluruh.
Bupati Minta Warga Laporkan Lewat Media Sosial
Saat kaca mobil dibuka, Bupati Egi sempat berbincang dengan warga. Ia meminta persoalan tersebut disampaikan melalui media sosial agar dapat ditindaklanjuti. “Kirim ke media sosial saya,” ujar Bupati kepada warga.
Pernyataan itu menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menunggu kepastian perbaikan.
Sebab, bagi warga, persoalan jalan bukan sekadar soal kenyamanan berkendara. Jalan yang rusak dan licin berpotensi membahayakan pengendara, menghambat mobilitas, serta berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Kini persoalannya tinggal satu: apakah jalan yang baru benar-benar “dirasakan” langsung oleh Bupati tersebut akan segera diperbaiki, atau warga kembali harus menunggu bertahun-tahun?
Masyarakat tentu berharap kunjungan Bupati tidak berhenti sebagai momen viral di media sosial, tetapi berlanjut menjadi tindakan nyata di lapangan. (Adi/Gelly)









